Majelis Pertimbangan AJI Indonesia, Dandhy Dwi Laksono usai diperiksa Polda Metro Jaya, Jumat, 27 September 2019. Foto: Medcom.id/ Siti yona Hukmana
Majelis Pertimbangan AJI Indonesia, Dandhy Dwi Laksono usai diperiksa Polda Metro Jaya, Jumat, 27 September 2019. Foto: Medcom.id/ Siti yona Hukmana

Dandhy Laksono: Kasus Saya Enggak Ada Apa-apanya

Nasional ujaran kebencian
Antonio • 27 September 2019 18:38
Bekasi: Dandhy Dwi Laksono, anggota Majelis Pertimbangan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang ditetapkan sebagai tersangka akibat cuitan di twitter meminta publik tetap fokus pada persoalan yang lebih besar. Menurut Dandhy kasus yang menimpa dirinya bukan persoalan yang luar biasa.
 
"Ya saya ingin publik tetap fokus ke agenda yang lebih besar, kasus saya enggak ada apa-apanya dan kecil dibandingkan persoalan di Papua, mahasiswa yang tewas karena menuntut reformasi yang dituntaskan," kata dia di Bekasi, Jumat 27 September 2019.
 
Pria yang diketahui sebagai Pendiri WatchdoC ini mengatakan, yang utama untuk saat ini adalah bagaimana masyarakat dapat fokus pada agenda yang lebih penting.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi saya pikir pangung utama adalah bagaimana reformasi dituntaskan, jadi hanya panggung kecil, jadi perhatian publik, energinya tetap ada, persoalan yang lebih besar," sambung Dandhy.
 
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya mengatakan Dandhy terancam pidana kurungan penjara lima tahun.
 
Argo mengungkapkan, pernyataan Dandhy di media sosial Twitter itu belum tentu benar. Komentar terkait kerusuhan di Wamena, Papua itu menurut Argo bisa menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
 
Cuitan Dandhy yang dipersoalkan yakni, 'Mahasiswa Papua yang eksodus dari kampus-kampus di Indonesia, buka posko di Uncen. Aparat angkut mereka dari kampus ke Expo Waena. Rusuh. Ada yang tewas', dan 'Siswa SMA protes sikap rasis guru. Dihadapi aparat. Kota rusuh. Banyak yang luka tembak'.
 
Dandhy ditangkap di kediamannya Jalan Sangata 2 Blok i-2 Nomor 16, Jatiwaringin Asri, Pondokgede, Bekasi, Kamis, 26 September 2019, pukul 23.00 WIB.
 
Penyidik menunjukkan cuitan itu kepada Dandhy saat penangkapan. Pendiri WatchdoC dan sutradara film dokumenter sexy killers itu mengakui telah menulis kalimat tersebut di akun media sosialnya.

 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif