Sejumlah nelayan berusaha mendorong perahu untuk masuk ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Singaraja, Indramayu, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Dedhez Anggara)
Sejumlah nelayan berusaha mendorong perahu untuk masuk ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Singaraja, Indramayu, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Dedhez Anggara)

Nelayan Pantai Selatan Gunungkidul Mulai Panen Ikan

Nasional perikanan
Ahmad Mustaqim • 26 November 2019 13:43
Yogyakarta: Nelayan di pesisir pantai selatan Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai panen ikan. Sekali melaut, puluhan hingga ratusan kilogram ikan berbagai jenis didapatkan oleh para nelayan.
 
"Beberapa minggu ini hasilnya sudah lumayan kalau melaut," kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunungkidul, Rujimantoro, Selasa, 26 November 2019.
 
Ia mengatakan beberapa jenis ikan bisa didapatkan dengan jumlah yang lumayan banyak. Di antaranya, ikan lisong, tongkol, gurita, hingga lobster.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Rujimantoro, nelayan bisa mendapatkan hingga lima kuintal ikan lisong untuk satu kali tangkapan. Sedangkan ikan tongkol paling sedikit bisa diangkat ke darat sebanyak empat kuintal.
 
"Ada juga gurita, sekitar 30 sampai 50 kilogram. Lobster bisa empat sampai delapan kilogram," lanjut dia.
 
Kendati hasil tangkapan cukup banyak, Rujimantoro menyebut penjualan hasil laut tak begitu membahagiakan. Per kilogram ikan tongkol misalnya, hanya dihargai Rp6 ribu hingga Rp10 ribu.
 
"Setiap nelayan tangkapan jenis ikannya beda-beda. Harganya memang kurang bagus sejauh ini," ungkapnya.
 
Lebih lanjut, kata dia, hasil tangkapan memang bergantung pada cuaca. Kondisi ini bisa bertahan hingga akhir Desember 2019 jika cuaca mendukung.
 
"Ancaman gangguannya hanya angin. Kalau angin barat daya bagus, tangkapan bagus," katanya.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Bayu Mukti Sasongka, mengatakan, masa panen nelayan saat melaut terjadi mulai awal November. Ia memperkirakan puncak panen akan terjadi pada Desember dengan ditandai kian banyaknya ikan laut muncul di permukaan.
 
Ia menyebut, produksi ikan tangkap laut di DIY hingga semester pertama tahun ini terealisasi mencapai 3.410 ton. Angka itu baru 55 persen dari target selama 2019 yang dicanangkan mencapai 6.199 ton ikan. Kendati begitu, ia tetap yakin target itu bisa tercapai dengan sokongan masa panen ikan pada akhir tahun.
 
"Minimal, nelayan dengan kapal motor tempel bisa mendapat satu kuintal ikan saat pulang melaut. Nelayan di pantai Sadeng bisa lebih banyak lagi, hingga dua kuintal ikan," katanya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif