NEWSTICKER
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. MI
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. MI

Mentan Syahrul Fokus Produksi dan Ekspor Komoditas pada 2020

Nasional pertanian
Medcom • 13 Januari 2020 21:39
Depok: Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengaku mempunyai terobosan dalam memajukan pertanian di Indonesia. Salah satunya yakni peningkatan produksi dan ekspor komoditas pertanian.
 
“Untuk Pertanian maju, mandiri, modern dan demi kesejahteraan petani, maka dibutuhkan akselarasi yang cepat di awal Januari untuk melaksanakan kegiatan yang berdampak signifikan pada peningkatan produktivitas dengan target realisasi anggaran per triwulan adalah 45 persen, 60 persen, 80 persen dan 100 persen," ujar Mentan Syahrul saat membuka Rapat Kerja Nasional Direktorat Jenderal Tanaman Pangan di Margo Hotel, Depok, Jawa Barat, Senin, 13 Januari 2020.
 
Selain itu mantan Gubernur Sulsel dua periode ini juga menyebutkan panen raya akan dimulai pada Maret-April seluas 5 juta hektare. Selain panen, Kementan fokus pada penyerapan gabah, hal itu dilakukan agar harga gabah petani tidak anjlok dan memberikan keuntungan pada petani.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penyerapan gabah tetap jalan, tetapi kita fokus dari panen raya itu akumulasi ada di Maret, April. Oleh karena itu agenda kita sudah siap disitu, sehingga hasilnya dinikmati pada saat panen nanti," ujar Syahrul.
 
Dihadapan ratusan peserta dari seluruh Dinas Pertanian Provinsi dan kabupten se-Indonesia Mentan Syahrul menekankan pentingnya peranan pertanian dan perangkatnya untuk kehidupan bangsa dan negara. Oleh karena itu, ia mengecam dan mengajak semua pihak untuk melawan tindakan alih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian dan peruntukan lainnya yang menghilangkan lahan pertanian.
 
“Ada 267 juta penduduk Indonesia ada di tangan kita yang harus dipenuhi pangannya. Apa yang mereka makan tergantung kerja keras dan yang kita hasilkan. Oleh karena itu kita tidak boleh main-main, karna ini menyangkut harga diri bangsa kita. Persoalan alih fungsi lahan harus kita lawan secara bersama-sama," ungkapnya.
 
"Sanksi bagi pelaku ahli fungsi lahan jika dilakukan perseorangan adalah ancaman penjara 5 tahun. Jika dilakukan korporasi dikenakan sanksi 7 tahun penjara," tegas Syahrul.
 
Kementan juga fokus untuk membangun Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Plus yang berbasis digital, atau Kostratani (Komando Strategis Pertanian). Pasalnya, penyuluhan adalah ujung tombang pembangunan pertanian modern sehingga keberhasilan pertanian dilakukan dari lapangan.
 
"Selain peningkatan produksi, Kementan juga fokus menciptakan pengusaha milenial. Petani harus berperan penuh dari hulu ke hilir yakni mulai tanam, produksi, petik, dan pemasaran dilakukan sendiri hingga ke tingkat ekspor," terangnya.
 
Syahrul berkomitmen bakal membangun sinergitas untuk menuntaskan persoalan rawan pangan yang berada di 88 kabupaten. Pemenuhan pangan merupakan tugas negara sehingga menjadi keharusan untuk dituntaskan sehingga sektor pertanian semakin nyata berkontribusi membangun kesejahteraan rakyat.
 
"Daerah rawan pangan ada 88 kabupaten, Kementan akan lakukan intervensi langsung untuk menanggulangi permasalahan itu. Kita perkuat apa yang kita miliki," tegasnya.
 
Selama lima tahun ke depan Kementan juga harus mengembangkan komoditas yang memiliki nilai ekonomi dan meningkatkan devisa melalui akselerasi ekspor. Sejalan dengan itu, maka target-target Pembangunan Pertanian 2020-2024 yang ingin dicapai Kementan antara lain peningkatan produksi minimal 7 persen per tahun, peningkatan ekspor tiga kali lipat, losses turun dari 12 persen menjadi 5 persen.
 
"Kemudian, kami pun bertekad meningkatkan Investasi pertanian dari Rp54 triliun pada 2019 menjadi Rp200 triliun pada tahun 2014. Kementan pun semakin masif dalam pemanfaatan KUR pertanian, kami siapkan Rp 50 triliun per tahun. Gunakan KUR untuk perkuat permodalan para petani," jelasnya.
 
Kementan juga menargetkan peningkatan efisiensi biaya produksi, menumbuhkan pengusaha millenial sehingga bertambah 2,5 juta orang, penyerapan Tenaga Kerja 50 juta orang. Penurunan daerah rawan pangan dari 18 persen menjadi 10 persen, dan penurunan jumlah stunting pun menjadi target yang dituntaskan ke depannya.
 
"Yang terpenting lagi, Kami memastikan stabilitas harga gabah saat panen raya, melalui Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling, red.)," ujar Syahrul.

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif