Jaksa meyampaikan tuntutan atas terdakwa Aa Umbara di Pengadilan Negeri Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (25/10/2021) (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)
Jaksa meyampaikan tuntutan atas terdakwa Aa Umbara di Pengadilan Negeri Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (25/10/2021) (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Bupati Nonaktif Bandung Barat Aa Umbara Dituntut 7 Tahun Penjara

Nasional Kasus Suap kasus korupsi bandung Korupsi Bansos Covid-19
Antara • 25 Oktober 2021 19:10
Bandung: Bupati Bandung Barat nonaktif Aa Umbara dituntut tujuh tahun penjara terkait kasus korupsi pengadaan bantuan sosial (bansos) covid-19. Tuntutan dibacakan dalam sidang lanjutan siang tadi Senin, 25 Oktober 2021.
 
Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Nugraha mengatakan Aa dinilai telah melanggar dakwaan kesatu dan kedua yakni Pasal 12 huruf I dan Pasal 12 huruf B Undang-Undang Nomor 31 tentang Tindak Pidana Korupsi.
 
"Supaya majelis hakim menyatakan terdakwa bersalah dan menjatuhkan pidana selama tujuh tahun penjara dengan denda sebesar Rp300 juta, subsider enam bulan kurungan," kata Jaksa Budi di Pengadilan Negeri Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin, 25 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun hal yang memberatkan, Aa dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam upaya memberantas korupsi. Sedangkan hal yang meringankan adalah Aa belum pernah dihukum.
 
Selain hukuman itu, Jaksa juga menuntut agar majelis hakim menghukum Aa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp2,3 miliar. Uang itu dihitung berdasarkan korupsi dan gratifikasi yang diduga diterima Aa.
 
Baca: Hengky Kurniawan Bersaksi di Sidang Korupsi Bupati Bandung Barat Nonaktif Aa Umbara
 
Jaksa meminta Aa untuk membayar uang pengganti itu satu bulan setelah putusan hakim. Apabila tidak sanggup membayar, maka harta benda Aa akan disita untuk dilelang hingga memenuhi nilai uang pengganti itu.
 
"Jika tidak memenuhi nilai uang pengganti itu, maka akan diganti dengan hukuman penjara selama satu tahun," kata jaksa.
 
Jaksa juga menuntut Aa dengan hukuman pencabutan hak politik untuk dipilih dalam jabatan publik. Sehingga Aa tidak bisa mencalonkan diri sebagai bupati atau serupa dalam waktu lima tahun usai Aa menjalani hukuman penjara.
 
Dalam perkara tersebut, Jaksa mendakwa Aa Umbara terlibat korupsi dengan mengatur pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi covid-19 pada Dinas Sosial Kabupaten Bandung tahun 2020.
 
Kemudian Aa juga didakwa telah menerima Rp2,4 miliar dari sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk kepentingan mutasi jabatan atau mempertahankan jabatan yang dipandang sebagai praktik gratifikasi.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif