Anggota kepolisian mengangkat puing atap bagian teras gedung musala An Nur di Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, yang mengalami kerusakan setelah terjadi gempabumi M5,3 di barat daya Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (22/10). (Istimewa)
Anggota kepolisian mengangkat puing atap bagian teras gedung musala An Nur di Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, yang mengalami kerusakan setelah terjadi gempabumi M5,3 di barat daya Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (22/10). (Istimewa)

Gempa Malang Timbulkan Kerusakan di Blitar

Nasional gempa Gempa Bumi BNPB BMKG gempa malang
Meilikhah, Al Abrar • 22 Oktober 2021 14:19
Jakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Jawa Timur, melaporkan adanya kerusakan ringan bangunan fasilitas umum akibat gempa magnitudo 5,3 yang berpusat di Kabupaten Malang. Gempa sempat dirasakan sedang selama 2-4 detik.
 
BPBD Kabupaten Blitar melaporkan adanya kerusakan pada musala An Nur di Kecamatan Binangun. Kerusakan bangunan lainnya yakni gedung kantor Desa Sarang, Gedung Balai Kesenian Desa Sidorejo, dan Kantor Kecamatan Binangun dilaporkan rusak ringan.
 
"Hingga saat ini belum ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Jumat, 22 Oktober 2021. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


BPBD Kabupaten Blitar terus melakukan asesmen dan koordinasi dengan lintas instansi guna pendataan dampak yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.
 
Baca juga: BPBD Malang Belum Terima Laporan Kerusakan Akibat Gempa
 
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam keterangan resminya menyebut bahwa gempabumi M 5,3 Kabupaten Malang itu merupakan jenis gempabumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
 
Menurut BMKG, guncangan gempabumi ini juga dirasakan di daerah Ponorogo, Malang, Pasuruan, Nganjuk, Mojokerto, Pacitan, Lumajang, Jember dan Trenggalek. Hingga hari Jumat, 22 Oktober 2021 pukul 09:43 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
 
Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Di samping itu, masyarakat diminta agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempabumi dan selalu memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif