Warga melihat kondisi bangunan rumahnya yang rusak berat akibat gempa bumi di Banjar Dinas Temakung, Desa Ban, Karangasem, Bali, Senin (18/10/2021) (Foto: ANTARA/Nyoman Hendra)
Warga melihat kondisi bangunan rumahnya yang rusak berat akibat gempa bumi di Banjar Dinas Temakung, Desa Ban, Karangasem, Bali, Senin (18/10/2021) (Foto: ANTARA/Nyoman Hendra)

Gempa Karangasem Bali Berpotensi Berulang

Nasional gempa bali Gempa Bumi Gempa Bali
Media Indonesia.com • 23 Oktober 2021 08:46
Jakarta: Wilayah Karangasem, Bali, diguncang gempa dengan magnitudo 4,8 pada Sabtu, 16 Oktober 2021, sekitar pukul 04.18 WITA. Meskipun guncangan gempa terbilang kecil, namun dampak kerusakan yang ditimbulkan sangat besar. 
 
Kepala Bidang Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG Badan Geologi Agus Budianto mengatakan wilayah tersebut memang rentan diguncang gempa. Sehingga, perlu upaya mitigasi untuk menata wilayah tetap stabil. Masyarakat juga harus terbiasa menghadapi kondisi tersebut.
 
"Daerah Trunyan ini bukan hanya sekali dua kali terjadi longsor di masa lalu. Baik karena gempa maupun karena curah hujan," ujar Agus, Jumat, 22 Oktober 2021.
 
Menurutnya, wilayah yang dikelilingi pegunungan dan kaldera itu memiliki potensi pergerakan tanah yang tinggi. Dengan adanya potensi terulang, perlu dilakukan upaya untuk mencegah timbulnya korban dan kerusakan bangunan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang terpenting, di alur lembah sebaiknya dipindahkan, karena longsor membuka jalur di atasnya. Ini akan terus berulang kombinasi antara alur air dan dampak gempa," jelas Agus. 
 
Baca juga: Seluruh Rute Kereta Api di Sumut Telah Beroperasi
 
Dia pun mengimbau pemerintah dan masyarakat untuk tidak menambah pemukiman di wilayah tebing kaldera. Selain itu, perlu meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan dan menghindari alur tebing. 
 
"Wajib juga memasang tanda rawan longsor dan jalur evakuasi, karena itu wilayah rawan bencana. Masyarakat  diimbau selalu mengikuti arahan dari daerah dan BPBD setempat. Ancamannya sudah permanen di wilayah itu," terangnya.
 
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut berdasarkan perkembangan terkini, gempa yang mengguncang Karangasem dan Bangli menyebabkan 1.987 unit rumah rusak. 
 
Rinciannya, 437 rumah rusak berat, 135 rumah rusak sedang dan 1.415 rumah rusak ringan. Terdapat delapan titik ruas jalan yang tertimbun material longsor. Adapun, korban jiwa yang ditimbulkan tercatat 2 orang di Bali, lalu 1 orang meninggal dunia di Karangasem.
 
Selanjutnya, 11 orang mengalami luka berat dan 120 orang mengalami luka ringan. Total kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp66,9 miliar.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif