Erupsi Gunung Semeru dari Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo. ANTARA/HO-warga Desa Oro-oro Ombo/aa.
Erupsi Gunung Semeru dari Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo. ANTARA/HO-warga Desa Oro-oro Ombo/aa.

Seorang Warga Meninggal Akibat Erupsi Gunung Semeru Dievakuasi

Nasional bencana bencana alam Erupsi Gunung gunung semeru Gunung Semeru Meletus Gunung Semeru Erupsi
Daviq Umar Al Faruq • 04 Desember 2021 22:23
Lumajang: Seorang warga dilaporkan meninggal usai Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, erupsi. Selain itu puluhan warga dilaporkan pula mengalami luka-luka.
 
"Ada satu orang yang meninggal dari Curah Kobokan dan sudah akan dibawa oleh mobil ambulans. Mudah-mudahan sudah terangkut tadi. Karena waktu saya di sana tadi sedang dalam proses untuk evakuasi," kata Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar, saat konferensi pers, Sabtu, 4 Desember 2021.
 
Baca: Gunung Semeru Berstatus Waspada

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indah menambahkan berdasarkan laporan sementara, ada 41 warga yang mengalami luka bakar akibat lahar panas. Mereka saat ini dirawat di Puskesmas Penanggal, Rumah Sakit Umum dr Haryoto, Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Pasirian.
 
"Kemudian yang luka-luka parah, luka bakar akibat lahar panas, kurang lebih ada 41 orang yang dievakuasi di Puskesmas Penanggal. Yang luka bakarnya sangat parah kita rujuk ke rumah sakit," jelasnya.
 
Di sisi lain, Indah menyebut Curah Kobokan merupakan salah satu wilayah yang sangat terdampak erupsi Gunung Semeru. hampir semua rumah di wilayah Curah Kobokan hancur.
 
Di kawasan tersebut terdapat kurang lebih 300 kepala keluarga (KK). Sebagian besar sudah mengungsi dan dievakuasi.
 
"Semua mengungsi sebagian besar di Balai Desa Penanggal. Kami tahun lalu membuka tenda pengungsian di Lapangan Kamarkajang. Tetapi sekarang tidak memungkinkan karena dikhawatirkan ada lahar susulan yang sampai ke Lapangan Kamarkajang. Sehingga di Kamarkajang hanya dibuka dapur umum dari Dinsos Lumajang," ungkapnya.
 
Indah mengaku di wilayah Curah Kobokan dilaporkan masih ada sekitar 10 warga yang belum bisa dievakuasi. Proses evakuasi dibantu oleh komunitas jeep.
 
"Karena lokasinya agak sulit. Evakuasi lamban karena mobil tidak bisa masuk ke lokasi dikarenakan lumpur itu setinggi hampir sampai lutut kaki. Sampai dengan saat ini masih proses evakuasi. Mudah-mudahan yang sisa ini segera bisa terevakuasi," ujarnya.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif