Polisi ringkus tujuh pelaku order fiktif Gojek. Medcom.od/ Octavianus Dwi Sutrisno
Polisi ringkus tujuh pelaku order fiktif Gojek. Medcom.od/ Octavianus Dwi Sutrisno

Tujuh Orang Ditangkap Terkait Order Fiktif Ojek Daring

Nasional penipuan
Octavianus Dwi Sutrisno • 21 November 2019 09:17
Depok: Tujuh pelaku order palsu (fiktif) diringkus Satuan Reserse Kriminal Khusus Polres Metro Depok. Mereka terbukti melakukan penipuan dan memanipulasi atau merubah informasi elektronik dalam lingkup angkutan berbasis online yaitu Gojek.
 
Kapolres Metro Depok, AKBP Azis Andriansyah, mengatakan para pelaku berinisial SOM (38), MIK (20), TAR (25), DEN (29), NOP (35), AZI (30), ERM (31) memiliki peran berbeda-beda.
 
"Jadi empat orang diantaranya berperan sebagai penerima barang (pengorder) dan mitra Gojek, sedangkan satu pelaku sebagai koordinator berinisial ERM," kata Azis saat dikonfirmasi, Rabu, 20 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Azis menjelaskan berdasarkan hasil penuturan para pelaku mereka juga membagi tugas dalam modus operandi order fiktif tersebut dimana pelaku SOM sebagai penjual sate di wilayah Depok.
 
Dua orang pelaku lainnya, yaitu MIK dan TAR sebagai mitra driver gojeg. Sedangkan dua pelaku lainnya yaitu DEN, NOP bertugas sebagai pengorder.
 
"Dua pelaku sisanya, bertugas sebagai kasir. Mereka menjalankan operandi order fiktif tersebut. Pada awal-awal pembagian (keuntungan hasil penipuan) dibagi 40 persen untuk merchant dan sisanya untuk keenam pelaku lain, seiring berjalannya waktu pembagian hasil berubah menjadi 50 persen - 50 persen," jelas Azis.
 
Cara mereka menjalankan penipuan tersebut, yaitu dengan memanfaatkan bonus atau voucher yang diberikan aplikasi layanan Gojek setiap kali pengorder melakukan pemesanan.
 
"Voucher itu diperoleh setiap kali pembelian, setelah driver top up pemesanan mendapatkan diskon Rp 15 ribu. Itu sekali order dalam sehari bisa sampai 300 kali order," bebernya.
 
Bonus tersebut, lanjut Azis dijadikan celah bagi pelaku untuk mengelabui sejumlah transaksi. Karena, baik costumer, driver, juga merchant (tempat membeli Goo food) adalah kelompok mereka sendiri (bersekongkol).
 
"Mereka menjalankan modus ini, sudah dua bulan lebih. Total kerugian hingga saat ini mencapai 140 juta," terangnya.
 
Kecurangan transaksi yang dilakukan oleh ketujuh pelaku ternyata diketahui oleh Managemen Gojek, yang kemudian melapor ke Polres Metro Depok.
 
"Laporan tersebut langsung direspon dengan aksi lapangan unit Krimsus Sat Reskrim Polres Metro Depok. Para pelaku ada yang kami amankan on the spot, ada juga yang di luar kota," pungkas Azis.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif