Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Berkas Kasus Sabu Legislator Makassar Dilimpahkan ke Kejaksaan

Nasional kasus narkoba
Muhammad Syawaluddin • 22 September 2019 02:58
Makassar: Berkas perkara anggota DPRD terpilih Makassar, Sulawesi Selatan, Rahmat Taqwa Quraisy, dilimpahkan ke kejaksaan. Wakil rakyat itu tersandung kasus penyalahgunaan narkotika.
 
"Iya kita sudah limpahkan berkasnya ke kejaksaan," kata Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 21 September 2019.
 
Diari mengatakan polisi tinggal menunggu hasil pemeriksaan berkas oleh Kejaksaan Negeri Makassar. Korps Adhyaksa bakal memutuskan apakah berkas tersebut bida dinyatakan lengka (P21) atau harus diperbaiki (P19).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita tunggu saja apa ada rekomendasi dari kejaksaan atau sudah lengkap," katanya.
 
Apabila berkas dinyatakan lengkap, kata dia, polisi akan segera menyerahkan barang bukti dan tersangka untuk segera diadili. "Kita masih menunggu petunjuk dari kejaksaan apakah ada rekomendasi atau sudah lengkap nanti kita serahkan atau tahap dua ke kejaksaan," ujarnya.
 
Sebelumnya, Polrestabes Makassar menangkap Rahmat Taqwa Quraisy terkait kasus narkoba. Legislator asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ditangkap di rumahnya saat sedang mengonsumsi barang haram tersebut, Selasa 20 Agustus 2019.
 
Dari tangan Rahmat, polisi menyita barang bukti yakni dua plastik kecil sabu beserta alat isap dan dua linting tembakau sintetik atau gorillla. Rahmat terancam Pasal 112 dan 127 Undang-undang Narkotika.
 
Pasal 112 berbunyi, setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.
 
Sedangkan, bunyi Pasal 127 yakni setiap penyalah guna narkotika golongan I bagi diri sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun; Narkotika Golongan II bagi diri sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun; dan Narkotika Golongan III bagi diri sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu)
tahun.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif