Kebakaran hutan dan lahan perkebunan sawit rakyat terjadi di sejumlah tempat di Desa Bukit Kerikil Bengkalis dan Desa Gurun Panjang di Dumai, Dumai Riau, Senin (25/2/2019). ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid (Antara)
Kebakaran hutan dan lahan perkebunan sawit rakyat terjadi di sejumlah tempat di Desa Bukit Kerikil Bengkalis dan Desa Gurun Panjang di Dumai, Dumai Riau, Senin (25/2/2019). ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid (Antara)

BPBD Sulteng Ingatkan Warga Waspada Kebakaran Hutan

Nasional kebakaran lahan dan hutan
Antara • 08 Juli 2019 11:58
Palu: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kebakaran hutan yang bisa saja terjadi saat musin panas. Semua pihak harus saling mendukung untuk mencegah kebakaran hutan.
 
"Kita sekarang ini mulai memasuki musim panas sehingga perlu mendapat perhatian semua pihak, terutama masyarakat yang berkebun di sekitar kawasan hutan untuk lebih berhati-hati dalam membersihkan kebun," kata Kepala BPBD Sulteng Bartholomeus Tandigala di Palu, Senin, 8 Juli 2019.
 
Berdasarkan informasi kondisi cuaca dari pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Sulawesi saat ini mulai dilanda musim kemarau. Sulteng, termasuk provinsi di Pulau Sulawesi yang sedang memasuki masa peralihan dari musin hujan ke kering.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bartholomeus menjelaskan masih ada hujan di daerah tersebut, akan tetapi intensitasnya sudah menurun drastis dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, di mana curah hujan di seluruh wilayah Sulteng cukup tinggi dan mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor di beberapa daerah.
 
Bencana alam saat hujan intensif turun di daerah itu beberapa waktu lalu, seperti di Kabupaten Sigi, di mana sejumlah desa diterjang banjir bandang dan mengakibatkan banyak rumah warga tertimbun lumpur dan hanyut dibawa arus.
 
Bencana alam banjir juda sempat beberapa kali memutuskan ruas jalan Palu-Kulawi, tepatnya di Desa Simoro dan Tuva. Selain badan jalan ambles diterjang banjir, aliran listrik terputus karena banyak tiang dan jaringan yang roboh dan dibawa banjir.
 
Banjir bandang juga melanda Kabupaten Morowali dan Morowali Utara, sedangkan tanah longsor terjadi di poros Jalan Trans Sulawesi di Kabupaten Parigi Moutong.
 
Guna mengantisipasi bencana musim panas kali ini, jajaran BPBD di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Sulteng tetap siaga, terutama untuk mencegah dan mengatasi kebakaran hutan yang bisa terjadi karena kelaaian manusia.
 
"Stop membersihkan lahan kebun dengan membakar sisa-sisa rumput," jelas Bartholomeus.
 
Bartholomeus juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, apalagi saat melintas di kawasan hutan.
Bartholomeus menegaskan kejadian kebakaran hutan pada beberapa tahun lalu di Sulteng, penyebabnya antara lain warga membakar rumput di areal kebun dan membuang putung rokok sembarangan.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif