Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Wasiat Pemuda Nganjuk Sebelum Gantung Diri

Nasional bunuh diri
Amaluddin • 18 Januari 2020 01:34
Nganjuk: Seorang pemuda ditemukan gantung diri di rumah neneknya di RT 2/RW 3, Desa Bangsri, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Jumat, 17 Januari 2020. Pemuda tersebut diketahui bernama Oktavian Wahyu Nur Rahmat.
 
Pemuda berusia 20 tahun itu pertama kali ditemukan oleh ayahnya bernama Wahyudi, 44, ketika masuk ke dapur rumah.Wahyudimelihat korban dalam keadaan gantung diri di kayu blandar dapur.
 
"Iya betul, ada kejadian bunuh diri," kata Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Nikolas Bagas, dikonfirmasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nikolas menceritakan, korban sebelum gantung diri sempat mengantar neneknya Ngatemi menghadiri pengajian sekitar pukul 14.00 WIB. Sehingga rumah dalam keadaan kosong, mengingat sang nenek tinggal sendirian.
 
Sekitar pukul 15.00 WIB, ayah korban hendak menengok ibunya (Ngatemi) untuk memastikan apa sudah diantar ke tempat pengajian oleh anaknya (Oktavian). Saat masuk ke rumah ibunya, Wahyudi terkejut mendapati anaknya telah gantung diri.
 
Mendapati informasi itu, kata Nikolas, anggota Reskrim langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) bersama Tim Inafis Polres Nganjuk. Sementara, korban dibawa ke rumahnya yang hanya berjarak satu RT, yakni RT 1/RW 3.
 
"Hasil olah TKP tidak ditemukan adanya tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Dugaan awal kita sementara ini, korban bunuh diri karena memiliki permasalahan pribadi," ungkap Nikolas.
 
Dugaan bunuh diri itu diperkuat dengan adanya surat wasiat yang ditulis korban sebelum gantung diri. Wasiat berbahasa Jawa itu ditujukan kepada nenek Ngatiem dan bapaknya Wahyudi.
 
Berikut isi wasiatnya diterjemahkan ke bahasa Indonesia:
 
Ibu, saya minta maaf sebesar-besarnya, saya sudah merepotkan Ibudan nakal, dan sudah bikin Ibu repot.
 
Terima kasih Bu sudah membesarkan saya sampai besar seperti sekarang ini, sampai saya sudah bisa cari kerja sendiri, sampai sudah tua seperti sekarang ini. Mohon maaf saya belum bisa membahagiakan Ibu, mohon maaf belum bisa berangkatkan haji Ibu, mohon maaf Bu.
 
Saya sekarang tidak akan lagi menyusahkan Ibu, tidak akan merepotkan Ibu,karena saya pulang ke asal saya, dan sekarang saya tidak akan merepotkan lagi. Saya tidak usah ditangisi, karena saya tidak ada di dunia ini lagi Bu. Saya bakal tersenyum lihat Ibu berdua dengan Bapak di dunia, dan jangan berantem terus ya Bu.
 
Assalamualaikum Bu

 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif