Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Dwi Ariwibowo bersama Kasar Narkoba Polrestabes Makassar, di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat 28 Juni 2019. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Dwi Ariwibowo bersama Kasar Narkoba Polrestabes Makassar, di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat 28 Juni 2019. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.

Penyelundupan Sabu Jaringan Internasional di Makassar Digagalkan

Nasional sabu
Muhammad Syawaluddin • 29 Juni 2019 10:56
Makassar: Tim Ubur-ubur Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Kepolisian Sektor Kota Besar (Polrestabes) Makassar menggagalkan, peredaran sabu seberat satu kilogram. Sabu tersebut berasal dari jaringan internasional, hendak dibawa masuk ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
 
"Kami amankan tersangka dan sabu satu kilogram di batas kota Makassar - Maros. Yang dibawa dari Kabupaten Pinrang," kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Dwi Ariwibowo, di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 28 Juni 2019.
 
Dia mengatakan, sabu dibawa tersangka Irsal Akbar alias Ical, 24, yang merupakan kurir. Irsal telah dua kali memasukkan barang haram itu dari Malaysia itu ke Kota Makassar melalui jalur udara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Irsal kemudian menjemput barang haram itu di Kabupaten Pinrang. Kemudian, Irsal diberi petunjuk oleh bandar berasal dari Malaysia, bahwa sabu telah masuk ke Parepare melalui jalur laut menuju Kabupaten Pingrang.
 
"Informasinya barang yang tiba itu sembilan kilogram. Tapi di pecah-pecah untuk disebar di beberapa daerah di Sulawesi Selatan," jelasnya.
 
Dari pengakuan Irsal, dirinya telah meloloskan satu kilogram sabu masuk ke Kota Makassar. Irsal menggunakan modus pengirim buah naga dari Kabupaten Pinrang ke Kota Makassar.
 
"Menurut pengakuannya sudah dua kali mengantar dengan jumlah yang sama upahnya menurut pengakuannya Rp2,5 Juta," ungkapnya.
 
Satresnarkoba Polrestabes masih memburu dua bandar masing-masing, asal Pinrang dan Malaysia. Pihaknya juga tengah mencari seorang yang diduga telah menerima sabu sebanyak satu kilogram dari Irsal.
 
"Kami nanti dalami saat penyelidikan karena info awal barang sebelumnya ada dua kilogram, sekarang tinggal 1kg, kita cari kepada siapa sih diserahkan," tandasnya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif