Warga mengumpulkan limbah tumpahan minyak milik Pertamina yang tercecer di Pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat. Foto: Antara/M Ibnu Chazar
Warga mengumpulkan limbah tumpahan minyak milik Pertamina yang tercecer di Pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat. Foto: Antara/M Ibnu Chazar

Kompensasi Tumpahan Minyak Karawang Dibagikan Pekan Depan

Nasional pertamina
Medcom • 15 Agustus 2019 19:58
Karawang: Pertamina Hulu Energi segera mengganti rugi warga yang terdampak tumpahan minyak akibat anomali di sumur YYA-1 di lepas pantai Karawang, Jawa Barat. Tim penanganan dampak eksternal Pertamina Hulu Energi menargetkan pendataan selesai pekan ini.
 
"Kita harapkan pendataan selesai minggu ini. Minggu depan, bisa menyalurkan ganti rugi kepada masyarakat yang terdampak dari hasil verifikasi," kata Ketua Tim Penanganan Dampak Eksternal Rifkky Effendi kepada Metro TV, Kamis 15 Agustus 2019.
 
Rifki menyebut hasil pendataaan sudah terkumpul dari 60-70% dari area yang terdampak. Data diverifikasi bersama Dinas Perikanan dan Kelautan Karawang dan dinas terkait lain. Pihaknya tidak ingin kejadian ini mengganggu pendapatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Upaya pemulihan tumpahan minyak berupaya penguatan infrastruktur sumur dan menutup sumur bor. Tim sudah menerjunkan 279 personel untuk mendata di tujuh kabupaten/kota di tiga provinsi
 
Wilayah yang didata yaitu Kabupaten Karawang, Bekasi, Kepulauan Seribu, Tanggerang, Kotamadia Serang, Kabupaten Serang dan Kotamadia Cilegon.
 
Baca: BMKG Bakal Bantu Memetakan Sebaran Tumpahan Minyak
 
Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengaku sebaran tumpahan minyak mentah mencapai sembilan desa di Karawang dan dua desa di Bekasi. Namun, dia belum mau berkomentar terkait klaim tumpahan minyak mencapai Kepulauan Seribu.
 
Sampai saat ini pihaknya terus mengawasi arah tumpahan. Dia memastikan penanganan dilakukan maksimal.
 
"Pengamatan sedang dilakukan untuk mengambil contoh dulu dan harus memastikan jika itu merupakan tumpahan minyak dari kejadian yang sama," pungkas Fajriyah. (Roslainy Putri Adam)
 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif