ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Khofifah Terbitkan SE Sistem Kerja Selama PSBB

Nasional Virus Korona covid-19 PSBB pandemi covid-19
Amaluddin • 08 Januari 2021 16:36
Surabaya: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menerbitkan Surat Edaran (SE) nomor 800/120/204.3/2021 tentang Sistem Kerja Selama Masa PSBB Bagi Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jatim. SE tersebut ditujukan kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jatim.
 
"Menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021 Tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan, Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dengan tetap memperhatikan kesehatan serta keselamatan pegawai, untuk itu disampaikan beberapa hal," demikian bunyi SE yang ditandatangani Khofifah, Jumat, 8 Januari 2021.
 
Ada 10 poin penting dalam SE tersebut. Pertama, pegawai negeri sipil (PNS) di kingkungan Pemprov Jatim, harus melaksanakan sistem kerja shift satu hari 25 persen pegawai bekerja di kantor (WFO), dan sisanya 75 persen bekerja dari rumah (WFH), secara bergantian. 
 
Kedua, bagi unit kerja/perangkat daerah yang melakukan pelayanan publik, sistem kerja dapat diatur tersendiri oleh Kepala Perangkat Daerah berdasarkan ritme kerjanya. Ketiga, pejabat pimpinan tinggi madya dan pejabat pimpinan tinggi pratama, wajib tetap masuk kantor dan beraktivitas seperti biasa.
 
Baca: Papua Siap Terapkan PSBB
 
Keempat, pegawai yang dijadwalkan bekerja di kantor (WFO), menggunakan pakaian kerja bebas rapi. Kelima, bagi pegawai yang dijadwalkan WFH, apabila diperlukan untuk hadir ke kantor, maka yang bersangkutan wajib hadir di kantor dan tidak diperkenankan meninggalkan kediaman/kota tempat tinggal yang bersangkutan kecuali untuk tugas kedinasan. 
 
Poin keenam, setiap pimpinan unit kerja wajib melakukan pengawasan/pemantauan terhadap keberadaan pegawai dalam melaksanakan pekerjaan, dan kondisi kesehatan pegawai di lingkungan kerjanya secara berkala. Ketujuh, setiap pegawai tetap melaksanakan absen secara manual, dan melalui applikasi/web presensi mobile setama masa uji coba. 
 
"Delapan, pegawai wajib memakai masker, menjalankan pembatasan fisik, dan membudayakan Pola Hidup Bersih dan Sehat di lingkungan kerja, di rumah, di tempat umum, maupun di alat transportasi umum," lanjutnya.
 
Sembilan, pegawai yang masuk kantor wajib diukur suhu tubuhnya menggunakan termometer oleh petugas atau alat pengukur suhu otomatis, mengikuti tes Polymerase Chain Reaction (PCR) Test/Swab Antigen secara berkala, serta melakukan olahraga ringan sambil berjemur setiap pagi dengan tetap menjaga jarak aman. 
 
Poin terakhir menjelaskan SE Gubernur Jatim ini berlaku mulai 11 Januari 2021 hingga 25 Januari 2021. Setelah tanggal 25 Januari 2021 akan kembali diberlakukan SE Nomor 800/5507.5/204.3/2020 Tanggal 30 Juni 2020 Tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jatim

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif