Penunggak pajak, L (kanan), bebas usai menjalani penyanderaan di Rutan Ponorogo, Jawa Timur. (Foto: Istimewa)
Penunggak pajak, L (kanan), bebas usai menjalani penyanderaan di Rutan Ponorogo, Jawa Timur. (Foto: Istimewa)

Penunggak Pajak Rp3,3 Miliar Dibebaskan dari Rutan Ponorogo

Nasional pajak
Syaikhul Hadi • 01 Maret 2020 15:09
Sidoarjo: Pengusaha minuman nonalkohol, L, yang sempat ditahan di Rutan Ponorogo, Jawa Timur, dibebaskan. L bebas setelah melunasi utang pajak sebesar Rp3,3 miliar sejak 2013.
 
Kepala KKP Pratama Madiun, Santoso Dwi Prasetyo, mengatakan, penyanderaan atau gijzeling terhadap L merupakan penindakan atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa.
 
"Pelepasan sandera dari Rutan Ponorogo setelah Wajib Pajak L melunasi utang pajak Rp3.302.231.031," ungkap Prasetyo, Minggu, 1 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, penyanderaan dinilai efektif meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak sekaligus memberikan rasa keadilan bagi Wajib Pajak yang sudah patuh terhadap kewajiban perpajakan.
 
Kendati demikian, kata Prasetyo, pencapaian target penerimaan pajak tetap dilakukan dengan mengedepankan upaya persuasif. "Tindakan penegakan hukum berupa penagihan hingga penyanderaan merupakan upaya terakhir yang dapat dilakukan," jelasnya.
 
Baca juga: Penunggak Pajak Rp3,29 Miliar Dititipkan ke Rutan Ponorogo
 
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur II sebelumnya melakukan penyanderaan atau gijzeling terhadap Wajib Pajak L, asal Ponorogo, Jawa Timur. L dititipkan di rumah tahanan Ponorogo, Jawa Timur, pada Selasa, 26 Februari 2020, lantaran tak kunjung memenuhi kewajibannya.
 
Proses penyanderaan bisa dilakukan setelah mendapat surat izin penyanderaan dari Kementerian Keuangan sesuai Pasal 33 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2000.
 
Penyanderaan dapat dilakukan terhadap penanggung pajak yang mempunyai utang pajak sekurang-kurangnya sebesar Rp100 juta.
 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif