Proses pelepasliaran burung dilindungi. Foto: BKSDA Bengkulu
Proses pelepasliaran burung dilindungi. Foto: BKSDA Bengkulu

56 Burung Dilindungi Dilepasliarkan di Taman Nasional Bukit Barisan

Nasional hewan dilindungi
Media Indonesia • 01 April 2020 19:49
Bengkulu: Sebanyak 56 ekor burung dilindungi dilepasliarkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar TNBBS, Ismanto, mengatakan, satwa layak hidup bebas di alam.
 
"Di tengah pandemi covid-19, jangan sampai juga melupakan kesejahteraan makhluk hidup lain," kata Ismanto, Rabu, 1 April 2020.
 
Pelepasliaran burung dilakukan pada Selasa, 31 Maret. Jenis burung yang dilepasliarkan adalah Cica Daun Dahi Emas sebanyak 3 ekor, Cica Daun Kecil (1 ekor), Cica Daun Besar (13 ekor), Tangkaruli Sumatera (2 ekor), Takur Api (8 ekor), Serindit Melayu (17 ekor), Betet Ekor Panjang (6 ekor), dan Ekek Layongan (1 ekor).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, ada pula burung yang tidak dilindungi. Seperti, Cica Kopi Melayu sebanyak 1 ekor, Brinji Gunung (1 ekor), dan Kacembang Gadung (3 ekor).
 
Ismanto menjelaskan pemilihan TNBBS sebagai lokasi pelepasliaran karena ketersedian pakannya. Air, pelindung, dan keamanannya pun terjaga, terutama dari jangkauan manusia.
 
"Keberadaan burung-burung ini juga penting bagi kawasan hutan. Burung membantu proses penyerbukan bunga menjadi buah, menyebarkan biji, juga mengendalikan serangga yang menjadi hama," kata dia.
 
Burung-burung tersebut telah menjalani proses rehabilitasi di Jaringan Satwa Indonesia- Jakarta Animal Aid Network (JSI-JAAN) Lampung, yang merupakan hasil sitaan. Kepala BKSDA Bengkulu Donal Hutasoit menjelaskan maraknya perdagangan satwa ilegal memerlukan pemantauan intensif.
 
Data BKSDA Bengkulu, sampai Februari 2020, ada sebanyak 19.175 ekor burung dilepasliarkan di sejumlah kawasan hutan. Meliputi KPH Gunung Rajabasa, Taman Nasional Way Kambas, Tahura Wan Abdul Rahman, dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.
 
"Kegiatan ini merupakan keseriusan kita semua untuk menjaga kelestarian satwa liar. Kita menjaga keseimbangan ekosistemnya dengan dukungan para pemangku kepentingan," kata Donal.
 
Turut terlibat juga dalam kegiatan ini adalah Balai Besar TNBBS, Seksi Konservasi Wilayah (SKW) Lampung, BKSDA Bengkulu, Rhino Protetion Unit-Yayasan Badak Indonesia (RPU-YABI), dan Masyarakat Konservasi Satwa Liar (WCS).
 

(UWA)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif