Ilustrasi. Foto: Antara
Ilustrasi. Foto: Antara

Kejaksaan Tunggu Pengadilan Negeri Depok Hadapi PK First Travel

Nasional kemelut first travel
Octavianus Dwi Sutrisno • 13 Agustus 2020 18:57
Depok: Terpidana tiga bos First Travel, telah mengajukan Peninjauan Kembali (PK) lewat kuasa hukumnya ke Pengadilan Negeri Kota Depok, beberapa waktu lalu. Hingga saat ini belum ada koordinasi antara Pengadilan Negeri dan Kejaksaan, terkait berkas PK tersebut.
 
Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kota Depok, Arief Syafrianto mengatakan hingga saat ini belum ada pemberitahuan dari Pengadilan Negeri terkait PK yang diajukan oleh para terpidana kasus First Travel.
 
"Kami belum ada pemberitahuan, tapi berdasarkan informasi memang telah diajukan sesuai ketentuan perundangan 263 KUHP," kata Arief saat ditemui di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Depok, Kamis, 13 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Arief menuturkan, setelah ada lampu hijau dari Pengadilan Negeri Depok maka pihaknya segera menyiapkan jaksa yang akan maju menangani peninjauan kembali atas perkara First Travel.
 
"Jadi, karena belum ada pemberitahuan maka secara garis besar kami belum bisa menanggapi," tuturnya.
 
Baca:Tiga Bos First Travel Ajukan PK
 
Namun, sambil menunggu Arief menegaskan pihaknya akan menelaah lebih jauh terkait alasan para terpidana kembali menempuh proses hukum, mengajukan peninjauan kembali. Dia memastikan, kasus First Travel telah memiliki ketetapan hukum yang dibuktikan lewat keputusan Mahkamah Agung.
 
"Yang jelas, sesuai putusan Mahkamah Agung terhadap barang bukti yang diyakini penyidik awal misalkan barang bukti didapat maupun digunakan dalam tindak pidana secara jelas, itu yang dirampas oleh negara. Maka, tentu hal tersebut kami laksanakan," bebernya.
 
Terkait pernyataan pihak kuasa hukum Andika CS bahwa kasus tersebut merupakan ranah perdata bukan pidana, maupun ada hubungan antara korban dan terpidana. Menurut Arief hal itu merupakan hak dari mereka dalam memberikan tanggapan.
 
"Itu sah-sah saja, mereka beranggapan karena kami juga akan membaca dan meneliti berkas PK. Tentunya, nanti ada sidang awal PK di Pengadilan sebelum diserahkan ke Mahkamah Agung," paparnya.
 
Begitu juga terkait, informasi mengenai asset milik First Travel yang hilang. Arief enggan memberikan komentar lebih jauh. Karena, materi dalam PK yang diajukan belum diterima olehnya.
 
"Saya belum bisa menanggapi karena belum membaca maateri PK, sampai hari ini dari kepanitraan Pengadilan Negeri Depok juga belum datang menyampaikan," terangnya.
 
Sementara itu, dihubungi terpisah Humas Pengadilan Negeri Depok Ahmad Fadil belum bisa menjawab terkait update peninjauan kembali yang dilayangkan oleh terpidana First Travel.
 
Seperti diketahui, Tiga Bos First Travel yaitu Andika Surachman, Aniessa Hasibuan, Kiki Hasibuan telah mengajukan Peninjauan Kembali atas kasus penipuan dan penggelapan terhadap ribuan calon Jemaah yang hendak berangkat Umrah ke Tanah Suci. Ketiganya masih menjalani hukuman di Rutan Kelas II Cilodong Depok.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif