Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Keluar Masuk Kota Tangerang Tak Perlu SIKM

Nasional Virus Korona
Hendrik Simorangkir • 03 Juni 2020 17:12
Tangerang: Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang tidak memberlakukan penerapan surat izin keluar masuk (SIKM). Lantaran Kota Tangerang berada di tengah wilayah yang menerapkan SIKM, yakni DKI Jakarta dan Kota Tangerang Selatan.
 
"Pemeriksaan SIKM itu sudah dilakukan dibatas Jabodetabek dan Kota Tangerang enggak kelewat. Contohnya di pos pemeriksaan di Bitung (Kabupaten Bekasi) di Bekasi dan lain-lain," Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, Rabu, 3 Juni 2020.
 
Arief mengaku pihaknya tetap waspada dengan warga yang baru tiba di Kota Tangerang, meski tidak memberlakukan SIKM. Dia mengaku telah meminta Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 di tingkat RT/RW untuk memastikan surat perjalanan warga dari luar daerah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Iya meminta mereka suket kesehatan. Itu berbentuk apakah hasil rapid test atau PCR (swab test) untuk bisa tinggal di lingkungannya kembali," imbuhnya.
 
Baca:Jabar Terbitkan Pergub Menuju New Normal
 
SIKM sudah diterapkan di wilayah DKI Jakarta, Bekasi, Depok, dan Tangerang Selatan, untuk mengatur keluar masuk warga. Tanpa SIKM, petugas di lapangan akan meminta warga untuk memutar balik.
 
Sementara itu, pembagian bantuan sosial (bansos) untuk warga terdampak covid-19 di Kota Tangerang tersendat. Arief menjelaskan hanya 10.000 dari total 86.000 kepala keluarga (KK) yang mendapatkan bansos dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
 
"Bantuan langsung tunai (BLT) itu dari provinsi baru 10.000 dari 86.000 KK yang direncanakan dapat bansos," ungkapnya.
 
Arief menuturkan wilayah Kota Tangerang terbagi menjadi dua untuk penerimaan bantuan sosial. Wilayah pertama disiapkan untuk menerima bantuan dari Pemprov Banten, sementara wilayah kedua disiapkan untuk menerima bantuan dari pemerintah pusat.
 
Arief menambahkan pihaknya tidak tahu mengapa bantuan dari Pemprov Banten terlambat dan baru sekali dilakukan pendistribusian. Sementara bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) sudah didistribusikan untuk 89.000 KK sebanyak tiga kali.
 
"Kami masih tunggu," jelasnya.
 

(LDS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif