Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Foto: ANT/RAISAN AL FARISI
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Foto: ANT/RAISAN AL FARISI

Kota Bandung Segera Bangun TPA di Cicabe

Nasional sampah lingkungan hidup
Roni Kurniawan • 10 Februari 2020 10:44
Bandung: Pemerintah Kota Bandung segera membangun tempat pembuangan akhir (TPA) di kawasan Cicabe, Jatihadap, Mandalajati, Kota Bandung, Jawa Barat, untuk mengolah sampah menjadi bahan bakar. Kota Bandung selama ini menggunakan TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat dengan sistem tipping fee (bayar sekali buang).
 
Rencana pembangunan TPA Cicabe muncul setelah Pemerintah Kota dan DPRD Kota Bandung melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Jepang pada 2-8 Februari 2020. Kunker bertujuan memperlajari pengolahan sampah di Negeri Matahari Terbit itu.
 
"Mang Oded bersama Pak Teddy dan jajaran belajar betul tentang bagaimana pengelolaan lingkungan di Jepang yang sangat luar biasa. Mudah-mudahan kita bisa mengimplementasikan di Bandung setelah ini," ujar Oded di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Senin, 10 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Oded mengaku mengunjungi beberapa tempat pengolahan sampah daur ulang menjadi bahan bakar di Jepang. Salah satunya di Ukishima Incineration Plant, tempat pengolahan sampah kertas dan plastik milik Pemerintah Kota Kawasaki.
 
"Setelah itu kami juga mengunjungi Kawasaki Environment Research Institute (KERI) sebagai pusat penelitian tentang lingkungan di Kawasaki," sambung Oded.
 
Oded menerangkan wacana pembangunan TPA Cicabe muncul setelah berdiskusi dengan beberapa perusahaan di Jepang. Sampah di Kota Bandung mencapai 1.500 ton per hari, didominasi sampah plastik.
 
"Kami sudah berdiskusi selama lima kali. Hasil dari studi sementara adalah membangun TPA Cicabe sebagai pilot project yang dapat mengolah sampah sampah sebanyak 40 ton per hari. Lalu kita juga diberi beberapa solusi untuk business plan dari pembangunan TPA dengan bantuan dari Jepang," ucap dia.
 

 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif