NEWSTICKER
Juru bicara covid-19 Pemkab Tegal, Joko Wantoro. Medcom.id/Kuntoro Tayubi
Juru bicara covid-19 Pemkab Tegal, Joko Wantoro. Medcom.id/Kuntoro Tayubi

PDP Korona di Tegal Bertambah Jadi 10 Orang

Nasional Virus Korona
Kuntoro Tayubi • 23 Maret 2020 04:13
Tegal: Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus korona (covid-19) di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, terus bertambah. Saat ini, total PDP di daerah itu sebanyak 10 orang.
 
Mereka dirawat di rumah sakit yang berbeda. Lima orang dirawat di ruang isolasi RSUD dr Soeselo Slawi, 1 orang di RSUD Kardinah Kota Tegal, dan sisanya dirawat di RS Islam Harapan Anda Kota Tegal.
 
"Ini data update per hari ini Minggu jam 11 siang," kata juru bicara covid-19 Pemkab Tegal, Joko Wantoro dalam konfrensi pers di ruang Media Center Humas Setda Kabupaten Tegal, Minggu, 22 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Joko mengatakan 10 PDP itu merupakan warga Kabupaten Tegal dengan riwayat perjalanan dari luar kota dan luar negeri. Antara lain, dari Korea Selatan, Depok, Jakarta, Bali, Semarang dan Bekasi.
 
Dari 10 PDP itu, tiga orang di antaranya sudah dilakukan swab di RSUD dr Soeselo. Hasilnya, 1 orang dinyatakan negatif covid-19. Sedangkan 2 lainnya masih menunggu hasil swab.
 
Baca: Gugus Tugas Penanganan Korona Terima Bantuan Rp1 Miliar
 
Kendati sudah dinyatakan negatif, pasien itu belum bisa dipulangkan karena harus menjalani perawatan selama 14 hari ke depan. "Jadi belum bisa dikatakan bebas," ujarnya.
 
Sedangkan pasien yang diisolasi di RSUD Kardinah, kata Joko, masih menunggu hasil swab. Begitu juga dengan yang dirawat di RS Islam Harapan Anda Kota Tegal.
 
"Kabarnya, hari ini (Minggu) RS Harapan Anda akan melakukan swab," ucapnya.
 
PDP Korona di Tegal Bertambah Jadi 10 Orang
Ilustrasi Medcom.id
 
Joko mengatakan untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Tegal sebanyak 108 orang. Dari jumlah itu, 4 orang dirawat di RSUD dr Soeselo Slawi karena memiliki riwayat kontak dengan kasus PDP yang saat ini masih dirawat pula.
 
Sementara 104 lainnya, dirawat mandiri di rumahnya masing-masing. "Kita tetap melakukan pemantauan terhadap mereka," kata dia.
 
Kepala Bagaian Kesra Setda Kabupaten Tegal Muhtadi yang mendampingi acara konferensi pers itu meminta warga untuk tetap waspada dengan penyebaran virus korona. Warga harus patuh dengan intruksi bupati Tegal terkait penerapan jaga jarak sosial atau social distancing.
 
Bagi siswa sekolah yang diliburkan supaya tetap berada di rumah. Masyarakat juga diminta tidak menggelar aktivitas yang menimbulkan kerumunan massa.
 
"Dengan jumlah kasus yang bertambah ini, warga harus waspada dan jangan panik. Hindari kerumunan massa dan jaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain. Jabat tangan ditiadakan dulu. Jaga kesehatan dan kebersihan," kata Muhtadi
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif