Nelayan di Pulau Kondingareng, Makassar, Sulawesi Selatan, mengandalkan aplikasi Laut Nusantara untuk mencari ikan (Foto:Dok.Metro TV)
Nelayan di Pulau Kondingareng, Makassar, Sulawesi Selatan, mengandalkan aplikasi Laut Nusantara untuk mencari ikan (Foto:Dok.Metro TV)

Akses Komunikasi Permudah Nelayan Menangkap Ikan

Nasional Berita Kominfo BAKTI
Gervin Nathaniel Purba • 29 Oktober 2020 21:08
Jakarta: Kemajuan teknologi memengaruhi semua lini kehidupan. Tidak hanya membantu aktivitas masyarakat perkotaan, namun juga membantu nelayan untuk menangkap ikan.
 
Nelayan di Pulau Kondingareng, Makassar, Sulawesi Selatan, merupakan contoh nelayan yang mengandalkan aplikasi Laut Nusantara untuk mencari ikan.
 
Aplikasi Laut Nusantara merupakan hasil pengembangan riset kerja sama antara Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Jembrana, Bali, dengan PT XL Axiata. Aplikasi tersebut diklaim menggunakan teknologi terkini yang akan membantu nelayan saat menangkap ikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aplikasi Laut Nusantara sendiri diketahui dibuat untuk melayani nelayan kecil yang menggunakan kapal di bawah 30 gros ton (GT). Aplikasi tersebut bisa diunduh secara gratis melalui Playstore pada sistem operasi Android.
 
"Manfaat aplikasi Laut Nusantara itu, selain dia bisa memperoleh hasil nelayannya, bisa jual dan ketahui cuaca arah angin dan gelombang pasang," kata Irwan, Nelayan di Pulau Kondingareng, pada tayangan program BAKTI, Metro TV.
 
Ketersediaan jaringan komunikasi juga membantu komunikasi antara nelayan dengan pengepul. Ketika mendapatkan ikan, nelayan akan segera memberi tahu pengepul, yang nantinya ikan tersebut akan disalurkan ke kota.
 
"Biasanya nelayan kalau dapat ikan langsung telepon, karena dia bawa ponsel. Jadi saya siapkan esnya. Saya tahu sekitar satu jam lagi tiba di darat. Ketika saya beli ikan, hasil tangkapannya langsung dibawa ke kota, ke pelelangan ikan," kata pengepul ikan Pulau Kodingareng, Jamaludin.
 
Ketersediaan jaringan komunikasi di wilayah Pulau Kondingare sangat membantu nelayan. Hal ini tidak hanya sekadar mendorong efisien dalam berbagai bidang, tapi juga penyebaran informasi yang lebih baik seputar alam manusia dan budaya.
 
Kemudahan ini, kata Irwan, turut mendorong semangat nelayan muda untuk melaut. Sebagai generasi penerus, anak muda diharapkan dapat memaksimalkan kekayaan alam Pulau Kondingare untuk masa depan yang cerah.
 
"Anak muda punya semangat bahwasannya nantinya, hasil tangkapan di pulau Kodingare dengan kekayaan alam itu bisa menjadi lebih baik ke depan dan bisa menjadi pemuda sukses ke depannya," kata Irwan.
 
Ketersediaan jaringan hingga menyentuh ke berbagai wilayah merupakan hasil kerja keras dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI). BAKTI berkomitmen akan terus menghadirkan akses komunikasi ke berbagai pelosok wilayah, termasuk di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dan perbatasan.
 
(ROS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif