ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Belasan Terduga Teroris di Sulsel Masih Diperiksa

Nasional terorisme radikalisme
Muhammad Syawaluddin • 11 Januari 2021 23:32
Makassar: Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan hingga saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap 18 terduga teroris. Bahkan sampai saat ini belum satupun dari mereka ditetapkan sebagai tersangka.
 
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes E. Zulpan, mengatakan saat ini belasan terduga teroris tersebut terus diperiksa dan akan ada penetapan tersangka dalam sepakan ke depan.
 
"Masih terperiksa, belum tersangka. Terperiksa semuanya," kata Zulpan di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 11 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Penambahan Relawan Nakes di DIY Tak Mencapai Target
 
Dia menjelaskan penetapan tersangka kurun waktu tujuh hari itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme. Penyidik kata Zulpan saat ini masih mencari keterlibatan terduga teroris sesuai barang bukti yang ada.
 
"Masih fokus (pemeriksaan). Kan kewenangan mereka tujuh hari untuk menetapkan tersangka. Kita tunggu saja setelah tujuh hari siapa-siapa yang dijadikan tersangka," jelasnya.
 
Zulpan juga menjelaskan jika dalam pemeriksaan terhadap terduga teroris itu tidak ada bukti yang memberatkan. Maka semua akan dikembalikan ke rumah masing-masing.
 
Mereka saat ini diperiksa lantaran tertangkap atau berada di tempat kejadian perkara saat tim Densus 88 melakukan penangkapan.
 
"Kalau tidak terbukti ya dilepas. Pulangkan ke rumah masing-masing. Masalahnya kan mereka ditemukan di TKP, ada di rumah-rumah itu waktu digrebek. Mereka ada semua di situ," ungkapnya.
 
Sebelumnya ada sebanyak 20 orang yang diduga masuk dalam jaringan teroris di Kota Makassar ditangkap pihak kepolisian. Penangkapan itu dilakukan di beberapa lokasi, salah satunya di Perumahan Villa Mutiara, Rabu, 6 Januari 2021.
 
Dua dari puluhan yang ditangkap tewas ditembak lantaran mencoba melakukan perlawanan. Jaringan yang terpusat di Villa Mutiara Makassar itu merupakan jaringan JAD.
 
Bersama dengan ratusan lainnya melakukan baiat terhadap khilafah atau ISIS pada tahun 2015 di Ponpes Ar Ridho pimpinan Ustadz Basri yang meninggal di nusa kambangan.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif