ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Penyebar Hoaks di Aceh Bakal Diproses Hukum

Nasional hoax kabar hoaks
Fajri Fatmawati • 17 April 2021 18:58
Banda Aceh: Biro hukum dan kuasa hukum Pemerintah Aceh mulai memantau oknum masyarakat yang menyebarkan informasi bohong (hoaks). Semua kritikan yang mengandung fitnah dan hoaks akan ditanggapi secara hukum.
 
Koordinator tim kuasa hukum Pemerintah Aceh, Mohd Jully Fuady, mengatakan sesuai dengan arahan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah telah menginstruksikan agar memantau informasi yang disebarkan oleh masyarakat.
 
"Oleh karenanya, sebelum mengkritik perlu tabayyun dan hati-hati dalam menyebar berita, pastikan tidak menyampaikan hoax dan mengarah fitnah karena berkonsekuensi pada penindakan hukum," kata Jully, Sabtu, 17 April 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Gara-gara Isu Tsunami, 2 Warga Lembata Meninggal
 
Jully membeberkan, beberapa kabar bohong yang meresahkan masyarakat di antaranya adalah informasi seputar KMP Aceh Hebat yang dituding bekas. Beberapa pihak menuding kapal Aceh Hebat tersebut adalah kapal bekas yang dibuat dengan skema Penunjukan Langsung atau PL.
 
"Padahal tiga unit kapal Ro-Ro itu dibikin dengan skema tahun jamak (multiyears contract) yang dilakukan sejak tahun 2019," ujarnya.
 
Jully menjelaskan, proses pelelangan anggaran dilakukan oleh Kementerian Perhubungan RI, karena Sumber Daya Manusia (SDM) di kementerian telah memiliki kompetensi untuk proses tender pembangunan kapal Ro-Ro.
 
Baca: Keppres Kedaruratan Keuangan Negara Hoaks
 
"Isu kapal bekas ini telah meresahkan banyak kalangan, termasuk meresahkan masyarakat khususnya pengguna transportasi KMP Aceh Hebat," ucap Jully.
 
Sementara itu, Biro Hukum Setda Aceh dan Tim Hukum Pemerintah Aceh akan mengambil langkah-langkah dan upaya hukum agar penyebaran berita yang tidak benar dan meresahkan masyarakat.
 
"Karena hoaks itu disebarkan hanya berdasarkan praduga tanpa ada data dan bukti yang akurat. Jelas ini bertentangan dengan ketentuan hukum, peraturan perundang-undangan dan nilai-nilai kepatutan dalam masyarakat,” jelasnya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif