Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menyampaikan amanah saat upacara HUT Ke-75 KAI
Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menyampaikan amanah saat upacara HUT Ke-75 KAI

Tak Mau Ketinggalan Zaman, Ini Strategi KAI di Usia ke-75

Nasional pt kai
Deny Irwanto • 28 September 2020 13:06
Bandung: PT Kereta Api Indonesia (Persero) genap berusia ke-75 tahun. Kendati sudah "tua", KAI tak mau ketinggalan zaman. Apalagi saat ini banyak generasi milenial menjadi pelanggan moda transportasi kereta api.
 
Maka dari itu, KAI terus menyajikan transportasi yang nyaman bagi para pelanggan melalui pelayanannya sesuai perkembangan zaman.
 
"Customer kami sekarang adalah kaum milenial, kereta api kita berikan layanan yang nyaman dari kelas ekonomi, bisnis, eksekutif, sampai ke luxury," ujar Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, Senin, 28 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini sejalan dengan visi KAI yang ingin mewujudkan kereta api menjadi ekosistem transportasi yang terbaik untuk Indonesia. KAI pun akan berkolaborasi dengan moda transportasi lainnya dalam membangun sistem tersebut.
 
Kolaborasi tersebut dilakukan melalui aplikasi KAI Access yang sudah diusung perseroan. Melalui aplikasi itu, kata Didiek, nantinya akan digabungkan dengan moda-moda transportasi lain dalam rangka memberikan kenyamanan pelayanan bagi para pelanggan KAI.
 
"Jadi nanti pelanggan tidak hanya menikmati jasa kereta api, tetapi bisa menikmati perjalanan end to end," tutur Didiek.
 
Saat ini KAI juga sudah bekerja sama dengan salah satu perusahaan taksi ternama, sehingga para penumpang kereta api bisa melakukan pemesanan taksi melalui KAI Access. Ke depan, KAI juga akan berkolaborasi dengan layanan ojek online dan moda transportasi lain.
 
Tak hanya itu, lanjut dia, melalui aplikasi KAI Access ini juga diharapkan bisa tersambung dengan platform pembayaran lain.

Adaptasi KAI saat PSBB

Didiek menuturkan KAI juga menyesuaikan jadwal operasional terkait diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah. KAI pun mempunyai beberapa strategi dalam menghadapi PSBB yang diterapkan pemerintah untuk memutus covid-19.
 
"KAI harus segera menyelesaikan pola operasi kita dengan protokol kesehatan tertib, disiplin, dan konsisten dalam rangka membangun kereta api yang aman, nyaman, selamat, dan sehat," ungkapnya.
 

Tak Mau Ketinggalan Zaman, Ini Strategi KAI di Usia ke-75
Brand Architecture KAI
 
Perusahaan selalu memberikan perlindungan kepada para pegawai di masa pandemi covid-19. KAI membekali para penumpang dengan masker, face shield, dan cairan cuci tangan atau hand sanitizer di setiap stasiun.
 
Kemudian, lanjut dia, KAI juga membatasi volume penumpang yang diangkut. Saat ini KAI hanya mengangkut 10 persen penumpang jika dibanding situasi normal. Saat normal, kereta api bisa memuat 1,3 juta penumpang dalam satu hari. Sebanyak 1,1 juta penumpang diangkut komuter line, dan sekitar 200 ribu diangkut oleh kereta api jarak jauh.
 
"Keterisian juga kita batasi, kalau komuter itu kita hanya 35-40 persen kapasitas, kalau jarak jauh hanya 70 persen kapasitas. Inilah strategi kita," ungkap Didiek.

Gandeng Pengembang

Strategi lainnya di usia ke-75 ini, tambah Didiek, KAI juga berkolaborasi dengan para pengembang di sejumlah stasiun agar terintegrasi. Salah satu stasiunnya yakni di stasiun Tanah Abang. Menurutnya di stasiun tersebut sudah dilakukan kolaborasi dengan Pemprov DKI.
 
"Kita bangun stasiun yang terintegrasi dengan mode transportasi yang lain, di Pasar Senen juga demikian. Kemudian kita akan membangun di lima stasiun terbesar di Jakarta," jelasnya.
 
Tak Mau Ketinggalan Zaman, Ini Strategi KAI di Usia ke-75
Suasana upacara HUT Ke-75 KAI di Kantor Pusat KAI, Bandung, 28 September 2020.

Pelayanan Terbaru

Dalam hari jadi ke-75 ini, KAI menyediakan layanan baru untuk penumpang yaitu keanggotaan agar bisa mendapatkan real poin setiap kali pembelian tiket. Para pelanggan bisa menggunakan keanggotaannya untuk membeli tiket atau menikmati layanan dengan mitra-mitra yang dikerjasamakan.
 
"Di masa pamdemi ini, teman-teman mau check in, mau boarding tidak usah menyentuh apapun, dengan layar HP sendiri bisa masuk sampai ke boarding sampai ke kereta sampai memesan makanan," ungkap Didiek.
 
Dalam HUT ke-75 ini, KAI juga menyalurkan dana Corporate Social Responsibilty (CSR) senilai Rp1,075 miliar untuk difabel. Menurutnya dana tersebut bisa digunakan untuk memberdayakan penyandang difabel agar tetap produktif.
 
"Kami merasa ayo kita memberikan semangat motivasi kepada kaum difabel. Rp75 kita artinya ultah KAI yang ke-75," ujar Didiek.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif