ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Terduga Teroris di Makassar Tewas Ditembak

Nasional terorisme radikalisme
Muhammad Syawaluddin • 06 Januari 2021 16:25
Makassar: Dua pelaku terduga teroris di Kota Makassar tewas ditembak oleh Densus 88 lantaran melawan saat penangkapan. Terduga teroris berusaha melawan dengan menggunakan senjata tajam dan senapan angin.
 
"Saat dilakukan upaya penangkapan, kedua pelaku melakukan perlawanan dengan sajam jenis parang dan senapan angin sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur," kata Kapolda Sulsel, Irjen Merdisyam, di Makassar, Rabu, 6 Januari 2021.
 
Baca: Gubernur NTT Berencana Beli Vaksin Covid-19 Sendiri

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan tindakan tegas yang diberikan oleh petugas terhadap dua orang terduga teroris itu membuat keduanya luka. Meski sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawa keduanya tidak tertolong.
 
Hingga saat ini dua jenazah terduga teroris tersebut masih di Rumah Sakit Bhayangkara Makasar, rencananya pihak kepolisian akan melakukan autopsi terhadap keduanya. Beberapa barang bukti juga telah disita.
 
"Yang diamankan saat ini beberapa senjata tajam parang dan senjata pcp, panah, busur, dan beberapa dokumen lainnya," jelasnya.
 
Sejauh ini sudah ada sebanyak 20 orang yang diduga masuk dalam jaringan teroris di Kota Makassar diamankan oleh pihak kepolisian. Hal itu setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Perumahan Villa Mutiara, Rabu, 6 Januari 2021.
 
Puluhan terduga jaringan teroris JAD tersebut diamankan dari beberapa lokasi. Dua dari puluhan yang ditangkap tewas ditembak lantaran mencoba melakukan perlawanan sementara lainnya saat ini diamankan untuk pendalaman lebih lanjut.
 
Jaringan yang terpusat di Villa Mutiara Makassar itu merupakan jaringan JAD. Bersama dengan ratusan lainnya melakukan baiat terhadap khilafah atau ISIS pada tahun 2015 di Ponpes Ar Ridho pimpinan Ustadz Basri yang meninggal di nusa kambangan.
 
Terduga pelaku ditangkap merupakan jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Sulawesi Selatan. Mereka diduga terlibat dalam pengeboman salah satu gereja di Philipina.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif