ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Gara-gara Tutup Portal, Ketua RW di Tangsel di Sidang

Nasional perumahan
Medcom • 20 Mei 2020 13:48
Tangerang: Sidang perdana sengketa perlintasan di perumahan Cluster Adena, Graha Raya, Kota Tangerang Selatan akhirnya digelar di Pengadilan Negeri Tangerang Kota pada Senin, 18 Mei 2020. Ketua RW 010 Budiono yang dijadikan tersangka dalam kasus itu hadir menjalani sidang dengan agenda pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dan mendengarkan keterangan para saksi.
 
Sejumlah saksi yang dihadirkan oleh JPU yakni dari pihak (warga) Cluster Adena, dan saksi dari warga perumahan Pondok Jagung 2 sebagai pihak penggugat dihadirkan dlam sidang tersebut.
 
"Alhamdulillah sidang pertama berjalan lancar. Terima kasih atas keterangan saksi dari warga Adena yang bersaksi sesuai fakta lapangan. Di fakta persidangan terkait dakwaan jaksa yang memakai Pasal 192 KUHP saya yakin tidak ada unsur yang terpenuhi," kata Budiono, Rabu, 20 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Suarakan Hak Warga, Ketua RW di Tangsel Ditahan
 
Di persidangan juga tidak ada saksi penggugat yang menyebutkan bahwa Budiono mengunci pintu portal yang dibuat oleh warga Cluster Adena untuk memenuhi hak-hak mereka.
 
Selain itu saat hakim bertanya kepada salah seorang saksi penggugat juga tidak ada kecelakaan kecelakaan setelah penutupan portal. Dari sini Budiono semakin yakin bahwa adanya unsur dia melanggar Pasal 192 tidak terpenuhi.
 
Budiono yang juga ketua RW 010 Kelurahan Pondok Jagung Timur, Tangerang Selatan, Banten, menjalani persidangan tanpa didampingi oleh pengacara. Berdasarkan BAP yang dibuat oleh Polres Tangerang Selatan, Budiono didakwa telah melanggar pasal 192 KUHP perihal Merintangi Jalan Umum.
 
Ancaman dari pasal ini terbilang sangat berat yakni penjara maksimal selama sembilan tahun, jika perbuatan itu terbukti mendatangkan bahaya bagi keselamatan lalu lintas. Atau, penjara maksimal selama lima belas tahun, jika perbuatan itu terbukti mendatangkan bahaya bagi keselamatan lalu lintas dan ada orang mati lantaran itu.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, proses hukum yang menimpa Ketua RW Budiono ini menjadi perhatian banyak pihak, termasuk Pengurus Paguyuban Graha Raya (PGR) Tangerang Selatan. Mereka menyesalkan dan menilai ada kejanggalan pada proses hukum dalam penanganan kasus tersebut hingga menempatkan Budiono di kursi persidangan.
 
Pengurus PGR juga berharap pihak pengadilan lebih cermat dan jernih dalam memproses kasus ini. "Kami akan mengikuti kasus ini karena bisa menjadi preseden buruk bagi pengurus lingkungan di Graha Raya. Kita-kita ini sebagai pengurus RW tidak digaji namun hanya karena merasa terpanggil untuk menciptakan lingkungan perumahan yang aman. Kenapa musti diperkarakan secara hukum," ujar Ketua PGR Tangsel, Rekno Riyanto,
 
Kasus tersebut juga sempat menjadi perbincangan di media sosial. Wakil Ketua Komisi Yudisial (2010-2015) Imam Anshori Saleh saat dimintai pendapat terkait penahanan Ketua RW 010 Budiono menilai bahwa apa yang dilakukan pihak kepolisian merupakan hal yang berlebihan. "Persoalan hukum tidak bisa dipandang sebagai legal formal belaka namun perlu dipertimbangkan azas kemanfaatan bagi masyarakat," tegasnya.
 
Untuk itu Imam berharap, proses hukum yang sedang berlangsung ini dapat ditangani oleh penegak hukum yakni jaksa dan hakim dengan jernih dan adil. " Hak-hak warga Cluster Adena terkait keamanan dan ketentraman lingkungan harus menjadi pertimbangan utama," ujar Imam yang juga pernah menjabat sebagai anggota DPR RI (2004-2009) ini.
 

(DEN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif