Ilustraasi penyemprotan disinfektan/Medcom.id/Triawati Prihatsari
Ilustraasi penyemprotan disinfektan/Medcom.id/Triawati Prihatsari

Pemkot Solo Kesulitan Mengontrol Pekerja Swasta Menerapkan KDR

Nasional boaz solossa Virus Korona
Triawati Prihatsari • 18 Maret 2020 23:43
Solo: Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kesulitan meminta perusahaan swasta mengakomodasi karyawan bekerja dari rumah atau KDR. Ratusan hingga ribuan pekerja masih beraktivitas di pabrik.
 
"Mereka kan biasanya bergerak di bidang industri, maka karyawannya harus hadir, kalau tidak ya produksinya berhenti. Ini yang sulit diatur untuk menerapkan program bekerja dari rumah," ujar Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, di Solo, Rabu, 18 Maret 2020.
 
Menyiasati kesulitan ini, pihaknya menekankan standar keamanan para pekerja di perusahaan swasta. Salah satunya meningkatkan kebersihan guna mencegah penyebaran virus korona atau covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:ASN Depok Diizinkan Kerja dari Rumah
 
"Bagaimanapun juga kalau pabrik tetap harus berproduksi. Artinya pekerja harus tetap masuk. Kami hanya minta perusahaan menyediakan hand sanitizer," kata dia.
 
Selain itu, Rudy juga mewajibkan perusahaan swasta menyemprot lingkungan kerja dengan disinfektan. Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih tetap melakukan pemantauan perkembangan kesehatan warga Solo.
 
Pihaknya bekerjasama dengan Puskesmas di masing-masing kecamatan di Kota Solo. "Setiap hari ada laporan secara berkala. Kemudian hasil laporan itu kami teruskan ke Wali Kota Solo, serta Kementerian Kesehatan," kata Siti.
 
Pemkot Solo berupaya mencegah penyebaran virus korona. Misalnya dengan menyemprotkan disinfektan di fasilitas publik secara rutin, seperti di pasar-oasar tradisional, sekolah-sekolah dan tempat umum lainnya.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif