Porang diekspor ke sejumlah negara Asia sebagai bahan baku makanan rendah kalori.
Porang diekspor ke sejumlah negara Asia sebagai bahan baku makanan rendah kalori.

Selamat Pagi Indonesia

Manisnya Budi Daya Tanaman Porang nan Beromzet Fantastis

Nasional Ekspor Petani Ekonomi Rakyat komoditas Ekonomi Hijau Selamat Pagi Indonesia
MetroTV • 18 Oktober 2021 12:44
Jakarta: Desti Puji Lestari, perempuan asal Kulonprogo, Yogyakarta, sukses membudidayakan porang di lahan seluas tiga hektare. Hasil panen ini diekspor ke sejumlah negara Asia sebagai bahan baku makanan rendah kalori.
 
Tanaman porang dahulu dianggap sebagai tanaman liar. Kini, tanaman porang sudah menjadi sumber penghasilan yang berlimpah. Desti sudah membudidayakan tanaman porang selama tiga tahun secara bertahap.
 
Sebanyak 60.000 bibit ditanam bertahap dalam kurun waktu tersebut. Akhirnya bibit dapat berkembang pada pertengahan 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Per panen untuk lima ton itu bisa berkisar Rp25 juta sampai Rp30 juta,” kata Desti Puji Lestari, dalam program Selamat Pagi Indonesia, Senin 18 Oktober 2021.
 
Harga tanaman porang per lima ton sudah berkisar Rp25 juta sampai Rp30 juta. Sementara untuk katak atau buah dari porang yang tumbuh di batang, harga jualnya per kilogram mencapai Rp150.000.
 
Budi daya tanaman porang juga menjadi salah satu mata pencaharian bagi masyarakat sekitar. Tanaman porang juga sudah mampu menembus pasar ekspor untuk diolah menjadi beras shirataki, mie, dan tahu rendah kalori.
 
Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian mencatat ekspor porang pada 2018 mencapai 254 ton ke negara Jepang, Tiongkok, Vietnam, dan Australia. Nilai ekspor porang mencapai Rp11,31 miliar rupiah. (Taris Dwi Aryani)
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif