Bupati Sidoarjo Saiful Ilah jadi tersangka suap oleh KPK. Foto: ANT/Reno Esnir
Bupati Sidoarjo Saiful Ilah jadi tersangka suap oleh KPK. Foto: ANT/Reno Esnir

Penangkapan Saiful Ilah Berdampak Pencalonan Anaknya di Pilbup Sidoarjo

Nasional Pemilu Serentak 2020
Syaikhul Hadi • 13 Januari 2020 19:06
Sidoarjo: Pengamat Politik dari Unversitas Islam Negeri Surabaya, Ahmad Khubbi Ali Rachman, menilai penangkapan Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah oleh KPK bakal berdampak pada pencalonan putranya Ahmad Amir Aslichin di Pemilihan Bupati Sidoarjo. Ahmad Amir Aslichin digadang-gadang dicalonkan sebagai Bupati Sidoarjo dari Partai Kebangkitan Bangsa.
 
"Karena bagaimana pun juga dia (Ahmad Amir Aslichin) dicitrakan sebagai penerus orang tuanya. Sehingga masih ragu apakah putra mahkota bisa meneruskan (Bupati) ini," kata Boby yang juga dosen Fakultas Syariah dan Hukum di UIN Surabaya, Senin, 13 Januari 2020.
 
Menurut boby, sapaan akrabnya, Saiful Ilah dikenal dengan ketokohan dan sosoknya yang menjadi wakil sekaligus bupati dua Periode selama 20 tahun terakhir. Disamping itu, Saiful Ilah juga merupakan ketua DPC PKB Sidoarjo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


PKB kata Boby hanyalah sebuah kendaraan legitimasi bagi calon. Namun pengaruh dari ketokohan Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah akan berdampak pada sosok calon yang akan maju sebagai penerus.
 
Lantas, apakah putra mahkota bisa melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di Sidoarjo?. Menurutnya, saat ini belum bisa diprediksi. Sebab, calon yang diusung dari PKB bergantung pada keputusan DPP PKB.
 
"Ngomong-ngomong soal politik, sejauh mana bakal calon bisa meyakinkan DPW dan DPP. Menurut saya itu subjektivitas DPW dan DPP. Cuma namanya partai, kita kan enggak tahu. Biasanya DPP merekomendasikan pada sosok yang kemungkinan keterpilihannya lebih tinggi, memiliki jejaring infrastruktur kemenangan yang lebih kuat dibanding dengan calon yang lain," jelasnya.
 
Boby juga menyebut tertangkapnya Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah beberapa waktu lalu akan menguntungkan pihak lain. Baik di internal PKB maupun kandidat dari partai lain.
 
"Sejauh ini kan masih belum terverifikasi siapa-siapa yang bakal dipilih oleh DPP. Karena di internal sendiri banyak kader yang sudah terdengar oleh publik. Dan para pesaingnya juga dikenal punya kelebihan masing-masing. Saya kira ini bakal menjadi persaingan yang ketat," terangnya.

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif