Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: ANT/Reno Esnir
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: ANT/Reno Esnir

Pemprov Jateng Segera Buka Lelang 11 Jabatan

Nasional pns
Mustholih • 10 November 2019 15:12
Semarang: Sejumlah jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sedang kosong. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, segera membuka promosi terbuka bagi pegawai yang ingin mengisi jabatan tersebut.
 
"Kita-kira ada sebelas jabatan yang kosong. Kami akan lakukan promosi terbuka atau lelang jabatan," kata Ganjar, Semarang, Jawa Tengah, Minggu, 10 November 2019.
 
Ganjar berujar lelang jabatan tidak tertutup bagi PNS yang bermukim di Provinsi Jateng. PNS luar Jateng dipersilakan mengikuti lelang jabatan yang waktu pendaftarannya dibuka pekan depan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya sudah minta mereka yang berkarir dari dalam, dilakukan talent scouting dan mereka yang berbakat kita dorong mendaftar. Barang kali ada dari luar Jateng yang ingin masuk, kami memperbolehkan," tegas Ganjar.
 
Sejumlah jabatan yang kosong di Provinsi Jateng ialah Direktur, Wakil Direktur Umum, dan Wakil Direktur Keuangan pada Rumah Sakit Umum Daerah Moewardi Surakarta. Selain itu turut dibuka jabatan Direktur RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo, Purwokerto; dan Direktur Rumah Sakit Jiwa Daerah Aminogondhohutomo, Semarang.
 
Pemerintah Provinsi juga melelang jabatan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jawa Tengah; Kepala Dinas Sosial; Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi; Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman; Kepala Biro Hukum; dan Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Jateng.
 
Ganjar mengklaim seleksi lelang jabatan bakal diselenggarakan dengan kekat. Setiap pendaftar bakal menjalani serangkaian tes dari Panitia Seleksi.
 
Panitia Seleksi bakal menelurusi rekam jejak setiap pendaftar hingga ke lingkungan tempat tinggal. Dengan begitu diharap PNS yang dipilih tidak membawa masalah.
 
Ganjar mengaku butuh pejabat yang berani mengambil risiko dalam memimpin organisasi. Terutama saat menghadapi situasi darurat.
 
"Saya butuh orang yang memiliki terobosan dan berani. Orang-orang yang bisa memitigasi persoalan dan menghitung betul resiko yang ada. Kalau tidak, nanti persoalan lagi-lagi mengerucut ke saya," tandasnya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif