Ilustrasi--Proses pemadaman api akibat karhutla di Banyuwangi, Jawa Timur. (Foto: ANTARA/Candra Budi Setya)
Ilustrasi--Proses pemadaman api akibat karhutla di Banyuwangi, Jawa Timur. (Foto: ANTARA/Candra Budi Setya)

7 Helikopter Pemadam Kebakaran Berhenti Beroperasi

Nasional Kebakaran Lahan dan Hutan
Gonti Hadi Wibowo • 11 November 2019 15:54
Palembang: Tujuh helikopter pemadam kebakaran berhenti beroperasi pasca-perpanjangan masa tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan di Sumatra Selatan. Penghentian sementara dilakukan lantaran masa operasi helikopter milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel habis.
 
"Untuk izin baru belum diperpanjang. Insyaallah 13 November 2019 izinnya keluar dan kru helikopter bisa kerja kembali memadamkan api," ujar Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel Ansori, Senin, 11 November 2019.
 
Ansori mengatakan kendati tugas kru terbatas di perizinan namun ia memastikan tim akan tetap siaga. “Sembari menunggu izin, para kru helikopter tetap standby," imbuh dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan pantauan satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) per 11 November 2019, tercatat ada 435 titik panas. Terbanyak, ada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
 
Pihaknya pun telah menambah jumlah personel untuk memadamkan api di OKI. Ada dua pembagian penambahan personel yakni sektor 1 OKI ada 390 personel untuk ditempatkan di 10 desa di antaranya di Cengal, Pedamaran, Sungai Menang, dan lainnya.
 
Sedangkan di sektor 2 OKI ada sebanyak 295 personel yang ditempatkan juga di 10 desa. Di antaranya Sungai Lumpur, Riding, Keluang, dan lain-lain.
 
“Personel yang ditambah ada dari TNI, Polri, BPBD, Pol PP dan Manggala Agni. Selain personel juga ditambah 66 buah mesin pemadam. Adapun 39 mesin untuk sektor 1 OKI dan 27 mesin untuk sektor 2 OKI," pungkasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif