Pencarian korban terseret ombak di Pantai Watu Lepek Malang. (Foto: PMI Kabupaten Malang)
Pencarian korban terseret ombak di Pantai Watu Lepek Malang. (Foto: PMI Kabupaten Malang)

Mahasiswi Hilang Terseret Ombak di Pantai Selatan

Nasional terseret arus
Daviq Umar Al Faruq • 23 Juli 2019 17:01
Malang: Seorang mahasiswi Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia (STIKI) Malang, Sephia Virgin, terseret ombak di Pantai Watu Lepek, Malang, Jawa Timur, Senin, 22 Juli 2019 petang. Hingga saat ini masih dilakukan pencarian terhadap dara 20 tahun itu.
 
Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, Mudji Utomo mengatakan personel gabungan telah diturunkan untuk mencari korban sejak kemarin. Namun, hingga Selasa, 23 Juli 2019, warga Ciliwung, Kota Malang itu masih belum ditemukan.
 
"Sampai siang ini, proses pencarian masih terus dilakukan. Sejauh ini belum ada perkembangan tubuh korban ditemukan," katanya saat dikonfirmasi Medcom.id, Selasa, 23 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tomo, sapaan akrabnya, menyebutkan puluhan personel dari Sibat PMI Gedangan, SAR Pantai Selatan Rescue, BASARNAS, petugas wisata Pantai Batu Bengkung, personel Polair Polres Malang, TNI AL serta masyarakat sekitar masih mencari terhadap mahasiswi semester III DKV STIKI itu.
 
"Mereka dibagi menjadi empat tim. Tim pertama mencari ke sisi timur sampai Pantai Kajaran. Tim kedua dari Kajaran sampai Pantai Kangen. Kemudian tim ketiga menyisir dari Pantai Pawonan, dan tim keempat menyisir ke arah barat," jelasnya.
 
"Pencarian dilakukan di tepi laut dan menyisir di bibir pantai. Selain itu kami juga meminta bantuan nelayan yang sedang melaut," imbuhnya.
 
Terseret Ombak Sesaat Sebelum Swafoto
 
Tomo menjelaskan korban awalnya tiba di Pantai Watu Lepek pada pukul 15.30 WIB, Senin 22 Juli 2019. Saat itu korban berwisata bersama delapan temannya.
 
Setelah membayar tiket di loket wisata, rombongan mahasiswa ini langsung menuju Pantai Bengkung. Baru pada pukul 17:00 WIB, rombongan menuju Pantai Watu Lepek.
 
Namun, saat berjalan di bibir pantai, korban diduga terseret ombak. Saat itu diketahui korban, berencana bergabung dengan delapan temannya untuk berfoto swafoto.
 
"Tiba-tiba ombak besar melintas dari arah tenggara ke arah utara timur laut. Awalnya teman-teman korban tidak menyadari dari datangnya ombak tersebut," kata Tomo.
 
Mengetahui korban terseret ombak, rombongan yang lain pun langsung berusaha mencari korban di sekitar lokasi. Namun hingga petang, korban tak kunjung ditemukan.
 
Selanjutnya rombongan pun langsung meminta pertolongan kepada warga sekitar. Pencarian terhadap korban di pantai selatan pun masih dilakukan hingga saat ini.
 
"Menurut saksi, korban terakhir mengenakan baju putih dengan celana hitam. Hingga kini pencarian terus dilakukan, korban masih belum ditemukan," jelasnya.

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif