Wali Kota Malang, Sutiaji. (Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq)
Wali Kota Malang, Sutiaji. (Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq)

Pemkot Malang Bantah Memulangkan Mahasiswa Papua

Nasional Kerusuhan Manokwari
Daviq Umar Al Faruq • 19 Agustus 2019 14:33
Malang: Wali Kota Malang, Sutiaji, membantah memulangkan mahasiswa asal Papua yang kuliah di Kota Malang, Jawa Timur. Dia menegaskan, semua orang bisa mencari ilmu di kota pendidikan tersebut.
 
"Jangankan orang dalam negeri, orang seluruh dunia boleh kok mencari ilmu di sini. Tidak pernah ada larangan atau pemulangan dan lain sebagainya," katanya, ditemui di ruang kerjanya, Senin, 19 Agustus 2019.
 
Sutiaji membenarkan bentrok antara warga dan sejumlah pemuda yang mengatasnamakan diri Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Perempatan Rajabali, Kota Malang, Kamis 15 Agustus 2019. Keributan terjadi sejak pukul 08.30 WIB.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bentrok terjadi saat mahasiswa Papua berunjuk rasa dalam memperingati 57 tahun perjanjian New York. Unjuk rasa bertema Amerika Serikat Harus Bertanggung Jawab Atas Penjajahan di West Papua.
 
"Kemarin ada insiden kecil atau dimaknai besar. Kalau antar masyarakat atas nama Pemkot Malang, kami mohon maaf sebesar-besarnya. Bahwa insiden kemarin itu di luar sepengatahuan kami juga," bebernya.
 
Baca:Teriakan Rasialisme ke Mahasiswa Papua Diselidiki
 
Dia menambahkan pascainsiden tersebut, pihaknya langsung memanggil perwakilan warga yang terlibat bentrok. Saat dikumpulkan, dia menjelaskan kepada warga bahwa siapapun berhak menyampaikan pendapat.
 
"Mereka (warga) menyampaikan bahwa itu (unjuk rasa) makar. Penilaian makar atau tidak bukan di ranah kami, karena itu baru menyampaikan pendapat. Kita dengarkan pendapatnya bagaimana dan dilindungi oleh negara," jelasnya.
 
Sutiaji menjelaskan, Pemkot Malang harus menjaga ketertiban dan keamanan Indonesia. Salah satunya dengan menjaga setiap elemen masyarakat yang hendak berorasi dan menyampaikan pendapat.
 
"Siapa pun orang luar Malang atau orang Malang, ketika dia berbuat ulah di Malang, maka kita wajib diingatkan. Ketika dia melanggar hukum tentunya harus ikut proses hukum yang sebenarnya," jelasnya.
 
Baca:Perlakukan Saudara Kita Papua Bagian Anak Bangsa
 
Dia menegaskan, pihaknya tidak membuat pernyataan yang sifatnya rasialisme. Jika muncul pemicu kerusuhan di Manokwari, kata Sutiaji, bukan berasal dari Malang.
 
"Dari kami tidak pernah membuat statemen terkait itu," pungkasnya.
 
Kerusuhan terjadi di Manokwari, Papua Barat, Senin 19 Agustus 2019. Insiden bermula saat massa bergerak ke pusat kota dan memblokade sejumlah titik sejak pukul 08.00 WIT. Pengunjuk rasa awalnya sepakat melakukan aksi damai.
 
Namun jelang siang, sejumlah titik di Kota Manokwari diblokade dengan pembakaran ban bekas. Emosi massa tersulut akibat provokasi yang dilakukan oknum via media sosial.
 
Baca:Gubernur Papua Barat Menduga Ada Penyusup dalam Aksi
 
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menerangkan aksi di wilayahnya memprotes insiden mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang. Terlebih ada pernyataan agar mahasiswa dipulangkan ke Papua.
 
"Kita tidak terima itu. Seharusnya difasilitasi misal gubernur hadir. Dialog itu harus dilakukan," ujar Dominggus, Senin, 19 Agustus 2019.
 
Dia menerangkan harusnya Pemkot Malang memfasilitasi Gubernur Papua Lukas Enembe dan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, hadir di Malang bersama pemerintah daerah terkait. Persoalan ini harus diselesaikan dengan bijak.
 
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo segera memanggil Gubernur Papua, Papua Barat, dan Jawa Timur. Tjahjo mengaku sebelum kerusuhan sudah berencana memanggil ketiga kepala daerah. Namun, kerusuhan lebih dulu pecah di Manokwari, Senin, 19 Agustus 2019.
 
"Kami minta kepada para kepala daerah, kepada pejabat, untuk menahan diri. Waktu yang tepat nanti setelah Gubernur Papua kembali ke Jayapura, kami akan segera mengundang mereka," ujar Tjahjo di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin, 19 Agustus 2019.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif