ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Cegah PMK Menular ke Manusia, Ternak di Aceh Barat Bakal Ditertibkan

Fajri Fatmawati • 11 Mei 2022 16:15
Aceh Barat: Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat mengandeng Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) setempat untuk menertibkan ternak yang berkeliaran bebas di pusat kota. Hal tersebut guna mengantisipasi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak jenis sapi atau kerbau.
 
Kapolres Aceh Barat, AKBP Pandji Santoso, mengatakan wabah mematikan bagi hewan itu bisa menyebar ke manusia.
 
"Guna mencegah terus mewabah langkah ini harus segera dilakukan. Apalagi kabarnya virusnya bisa menyebar ke manusia. Maka dari itu, pengantipasian terus diupayakan agar tidak membahayakan ternak di kawasan lain," kata Pandji di Aceh Barat, Rabu, 11 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: RPH Surabaya Tolak Sapi dari 4 Daerah Terjangkit Wabah PMK
 
Dia menjelaskan sebelum tindakan tegas dengan cara melakukan penertiban terutama terhadap ternak yang berkeliaran di jalan raya, pihaknya berharap warga yang memiliki ternak tidak melepas liarkan ternaknya sembarangan.
 
"Kita minta masyarakat untuk tidak melepas liar ternak dan mulai mengurungnya sebelum langkah penertiban diambil. Karena selama ini ternak-ternak sering berkeliaran di jalan raya. Imbauan ini selain mencegah terserang PMK terhadap ternak warga juga upaya mencegah terjadinya kecelakaan," jelasnya.
 
PMK sendiri disebut dapat menyebar dengan cepat lewat dropleps atau air liuar hewan. Bahkan saat ini Pemerintah memberlakukan lockdown terhadap hewan ternak guna mencegah wabah PMK.
 
"Saat ini memang kasus belum ada laporan telah terjadi di Aceh Barat. Akan tetapi lockdown terhadap hewan ternak harus segera dilakukan, sebab penyakit ini sangat cepat menyebar lewat air liur. Ketika ada satu sapi yang sudah terkena memakan rumput. Lalu sapi lain memakan rumput yang sama disanalah penyebarannya mulai terjadi," ungkap Pandji.
 
Sebelumnya Dinas Peternakan Aceh menyatakan akan membatasi akses pengiriman sapi (lockdown) dari dan ke Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Hal tersebut dilakukan lantaran ditemukannya 1.200 ekor sapi di wilayah tersebut terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PKM) dan 10 di antaranya mati.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif