Rumah rusak setelah diguncang gempa berkekuatan 5,2 magnitido di Kabupaten Halmahera Utara. Foto: BNPB
Rumah rusak setelah diguncang gempa berkekuatan 5,2 magnitido di Kabupaten Halmahera Utara. Foto: BNPB

101 Rumah di Halmahera Utara Rusak Diguncang Gempa 5,2 Magnitudo

Nasional gempa rumah rusak Gempa Bumi BNPB Maluku Utara
Nur Azizah • 18 April 2022 20:48
Jakarta: Sebanyak 69 unit rumah rusak berat, 32 rumah rusak ringan, dan 1 tempat ibadah rusak berat setelah diguncang gempa berkekuatan 5,2 magnitido di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Gempa terjadi sekitar pukul 10.04 WIB, Senin, 18 April 2022.
 
Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara menunjukkan beberapa bagian dinding rumah mengalami keretakan hingga runtuh dan jatuh ke tanah. Di samping itu, beberapa genting juga berjatuhan.
 
Gempa terjadi di episentrum 1.90 Lintang Utara dan 127.82 Bujur Timur pada kedalaman 10 kilometer. Gempa berdampak pada 156 jiwa dari 34 kepala keluarga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Gempa yang berlangsung selama 1-2 detik itu juga sempat menimbulkan kepanikan warga sehingga berhamburan keluar rumah," ucap Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Senin, 18 April 2022.
 
Sementara itu, BPBD Kabupaten Halmahera Utara mencatat cakupan wilayah yang terdampak meliputi Desa Ngidiho dan Desa Dokulamo di Kecamatan Galela Barat, Desa Towara, Desa Baratu serta Desa Simau di Kecamatan Galela. Belum ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa.
 
"Sebagai upaya percepatan penanganan gempabumi itu, BPBD Kabupaten Halmahera Utara bersama lintas instansi terkait melakukan kaji cepat di lokasi kejadian," ujar dia.
 
Baca: Warga Biak Berlarian Saat Gempa 5,8 Magnitudo Guncang Kepulauan Yapen
 
Berdasarkan indeks kajian risiko bencana InaRisk BNPB, wilayah Kabupaten Halmahera Utara memiliki tingkat risiko sedang hingga tinggi untuk potensi dampak gempa. Sedikitnya ada 198.400 jiwa yang tinggal di 17 wilayah kecamatan berisiko terdampak gempa.
 
"BNPB mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siaga. Perlu diketahui bahwa hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi waktu, lokasi dan kekuatan gempa yang akan terjadi," ucapnya. 
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif