Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dok MI
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dok MI

Harga Minyak Goreng Masih Tinggi di Jateng, Ganjar Ancam Bakal Lakukan Ini

Nasional minyak goreng Pasar Tradisional jawa tengah Ganjar Pranowo Minyak Goreng Satu Harga
Adri Prima • 23 Januari 2022 16:44
Semarang: Harga minyak goreng di pasar tradisional di Jawa Tengah masih terbilang tinggi. Menindaklanjuti hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memerintahkan untuk segera menggelar operasi pasar dan memberikan subsidi. 
 
"Petugas masih terus melakukan pemantauan harga minyak goreng di seluruh pasar tradisional dan modern. Saya minta segera dilakukan operasi pasar dan subsidi harga minyak goreng di pedagang," kata Ganjar Pranowo dikutip dari Media Indonesia, Minggu, 23 Januari 2022.
 
Masih tingginya harga minyak goreng di pasar tradisional, lanjut Ganjar Pranowo, karena para pedagang masih menghabiskan stok yang masih tersisa dengan harga lama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Maka diberikan kelonggaran waktu satu pekan untuk kemudian dapat menyesuaikan satu harga Rp14.000 per liter sesuai ketetapan pemerintah. 
 
Namun setelah tenggang kelonggaran waktu habis, maka akan diambil langkah operasi pasar di beberapa pasar tradisional yang masih menaikan harga di atas ketetapan pemerintah, karena subsidi minyak goreng telah diberikan dan harga baru telah sampai ke pedagang.
 
Baca: Kebijakan Satu Harga Buat Pedagang Minyak Goreng Berpotensi Merugi
 
Sebelumnya, pedagang di berbagai pasar tradisional di Jawa Tengah hingga saat ini masih enggan menurunkan harga minyak goreng. Meskipun sudah ditetapkan satu harga Rp14.000 per liter para pedagang di pasar tradisional masih menjual minyak di kisaran Rp18.000-Rp21.000 per liter. 
 
"Saya tidak mau merugi, karena harga tebus minyak goreng yang masih tersedia di kios masih di atas Rp18.000 per liter, terus siapa yang mau nomboki," ujar Salimah, 48, pedagang sembako di Pasar Johar Kota Semarang. 
 
Hal serupa juga diungkapkan Marfuah, 58, pedagang sembako di Pasar Projo, Ambarawa. Bahkan para pedagang di pasar ini menganggap subsidi minyak goreng hanya sebatas isu karena sales menjual dengan pedagang masih tinggi. "Mungkin minyak yang di pasar modern yang disubsidi, karena di sini masih mahal," imbuhnya.
 
(PRI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif