Jaletreng River Park Tangerang Selatan. (Medcom.id/Farhan D)
Jaletreng River Park Tangerang Selatan. (Medcom.id/Farhan D)

Jaletreng River Park Tangerang Selatan Bakal Dikelola Swasta

Nasional infrastruktur Taman ormas Ruang Terbuka Hijau tangerang selatan
Farhan Dwitama • 21 Januari 2022 14:40
Tangerang Selatan: Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Banten mengaku bakal menata Taman Kota II, Jaletreng River Park, sebagai tempat wisata keluarga. Penataan nantinya akan dilakukan oleh pihak ketiga (swasta) secara profesional.
 
Wakil wali kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mengakui saat ini kondisi Jaletreng River Park masih sangat semrawut. Apalagi pengelolaannya juga tidak diatur secara profesional, serta dikuasai organisasi massa (ormas).
 
"Untuk di Jeletreng nanti akan diambil alih oleh dinas pekerjaan umum karena itu bagian dari aset PU (dinas pekerjaan umum)," terang Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, Jumat, 21 Januari 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: 104 Taman di Jakpus Ditutup Selama Tahun Baru
 
Pihak Pemkot Tangsel, kata Pilar, berencana menata kawasan wisata alam Jaletreng dengan lebih baik. Salah satunya dengan lelang terbuka kepada pihak swasta untuk mengelola kawasan tersebut. 
 
"Pak Wali Kota ingin dikelola profesional. Cari beauty contest mana pihak swasta yang mampu mengelola. Ini nantinya bakal dirapihkan, tidak ada keikutsertaan dari pihak manapun untuk menguasai aset-aset kita. Kalau mereka teman-teman (ormas) semua yang di lapangan ingin ikut mencari nafkah, ingin bekerja, ya ikuti aturan main kami," tegasnya. 
 
Dirinya menuturkan, kondisi Jaletreng Park saat ini sangat tidak tertata dengan baik. Terutama beberapa titik area di wisata itu dipenuhi pedagang kaki lima yang diduga dibekingi ormas 
 
Baca: Manfaatkan Atap Rumah Jadi Taman, Begini Caranya
 
"Di sana tidak boleh ada pedagang. Berantakan kayak gitu. Saya enggak tahu pedagang itu punya perjanjian apa dengan ormas. Sebenarnya kalau boleh jujur di situ enggak boleh ada pedagang. Secara aturan karena itu kan berantakan ya. Harusnya pedagang itu ditempatkan di suatu tempat yang memang khusus untuk food court dan lain sebagainya," ucap Pilar
 
Namun,kata dia, penataan kawasan Jaletreng dapat dilakukan pihak swasta setelah pekerjaan tahap dua oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangerang Selatan selesai. Usai penyelesaian tahap dua, imbuh dia, Jaletreng akan ditutup sementara ntuk dibenahi.
 
"Yang rusak kita benahi dulu, setelah itu beauty contest. Siapapun yang mampu mengelola Jaletreng, dari manapun pihak swasta yang mampu mengelolanya dan berinvestasi di situ ya kita buka," tegasnya. 
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif