Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU, August Mellaz. Medcom.id/ Ahmad Mustaqim
Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU, August Mellaz. Medcom.id/ Ahmad Mustaqim

KPU Persilakan Parpol Gagal Mendaftar Melakukan Sengketa

Ahmad Mustaqim • 20 Agustus 2022 00:04
Yogyakarta: Sebanyak tiga partai politik (parpol), yakni Partai Berkarya, Partai Negeri Daulat Indonesia (Pandai), dan Partai Bhinneka Indonesia (PBI) gagal mendaftar sebagai peserta Pemilu 2024. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mempersilakan pengurus parpol bila hendak mengajukan sengketa.
 
"(Mengajukan sengketan) itu menjadi hak partai politik," kata Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU, August Mellaz, di Hotel Royal Ambarukmo Yogyakarta, Jumat, 19 Agustus 2022.
 
Baca: KIB Dinilai Perlu Membangun Koalisi Besar untuk Stabilitas Pemerintahan

August mengatakan mengajukan sengketan sudah diatur di dalam Peraturan Bawaslu (Perbawaslu). Selain itu ia melanjutkan komisi juga sudah bekerja sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU), termasuk di dalamnya mengatur tata cara pendaftaran parpol.
 
Dalam PKPU itu, parpol dipersilakan mendaftar sebagai tahap awal proses keikutsertaan dalam pemilu pada 1-14 Agustus 2022. Tahapan setelah pendaftaran berlanjut proses verifikasi administrasi serta verifikasi faktual.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan tiga partai telah diberikan surat bukti pengembalian berkas pendaftaran dari komisi. Dari 40 parpol pendaftar, total ada 16 berkas parpol yang dikembalikan.
 
"Jadi mereka memang 16 partai politik tidak masuk melakukan pendaftaran," ujarnya.
 
Ia mengatakan surat bukti pengembalian berkas itu tak bisa jadi objek yang disengketakan parpol. Ia mengatakan hal itu tidak sesuai dengan yang ada di Perbawaslu Nomor 5 Tahun 2019.
 
"Kami belum mengeluarkan keputusan. Keputusan tentang partai politik itu nanti pada 14 Desember itu penetapan tentang jumlah berapa partai politik yang menjadi peserta pemilu," ungkapnya.
 
Ia menambahkan keputusan kini ada di Bawaslu apakah akan menerima atau tidak.
 
 
 
(DEN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif