Kemendag Ingatkan Pedagang tak Main Harga Jelang Ramadan

Agung Widura 03 Mei 2018 16:11 WIB
pangan
Kemendag Ingatkan Pedagang tak Main Harga Jelang Ramadan
Sekjen Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih Mengunjungi Pasar Flamboyan Pontianak, Kamis 3 Mei 2018. (Medcom.id/Agung Widura)
Pontianak: Kementerian Perdagangan memastikan harga barang kebutuhan pokok di Pontianak, Kalimantan Barat, stabil dan mencukupi jelang Ramadan hingga Idulfitri 1439 Hijiriah. Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih mengatakan bila stok cukup maka tidak ada alasan kenaikan harga. 

Karyanto mengingatkan, para pedagang untuk tak bermain harga. Menurutnya, Kementerian Perdagangan pun tak ingin pedagang merugi. "Misalnya harga yang ditetapkan HET-nya ikuti saja harga HET-nya jangan coba main-main karena kami pemerintah pusat maupun daerah bersama gubernur, wali kota, bupati, Dinas Perindag dan satgas selalu mengawal dan mengikuti," katanya saat meninjau Pasar Flamboyan, Jalan Gajah Mada, Benua Melayu Darat, Pontianak Selatan, Pontianak, Kalbar, Kamis, 3 Mei 2018. 

Dia menegaskan, untuk pedagang yang ditemukan bermain harga maka dikenakan sanksi ringan berupa pembinaan. Namun, bila didapat pedagang yang menjual harga tinggi dan menimbun barang akan ditangkap. 


"Kita enggak main-main, kita dibantu oleh satgas, dibantu oleh dinas, kita akan terus keliling. Para pedagang juga boleh menaikkan barang, tapi harus HET dan dia tak boleh rugi, kami sudah hitung betul dia dengan HET itu tidak akan rugi," tegasnya.

Dalam tinjauannya ke Pasar Flamboyan dan Pasar Mawar di Pontianak, dia menuturkan saat ini harga telur stabil. Sedangkan bawang putih turun menjadi Rp18 ribu per kg, bawang merah Rp32 ribu-Rp30 ribu per kg.

"Perkiraan minggu depan akan turun karena suplai akan banyak," ucapnya. 

Sementara itu, untuk daging, masyarakat di Pontianak masih meminati daging lokal. Tapi, pihaknya bakal memberikan pilihan yakni berupa daging lokal, daging segar, dan daging beku. 

"Ini yang sedang kita coba. kan daging beku itu harganya maksimal Rp80 ribu," ungkap Karyanto.

Untuk beras, menurut Karyanto, masih tersedia dari Bulog. Selain itu, beras medium pun masih ada. "Beras dari lokal juga ada, walaupun di Kota Pontianak khususnya yang diminati itu beras premium dan beras premium itu harganya di bawah HMP," tegasnya.

Untuk minyak goreng Rp11 ribu per liter, gula Rp12.500 per kg. Namun, hasil tinjauan Kemendag mendapati gula seharga Rp11 ribu per kg. 

Karyanto kembali mengingatkan masyarakat bila menemukan harga di atas HET untuk melapor. Pelaporan, kata Haryanto, tidak dipungut biaya dan bisa dilakukan daring. 

"Masyarakat tidak perlu khawatir bahwa stok cukup aman. Kami selalu kontak dengan daerah kalau ada satu tempat daerah barang kurang maka kita akan segera gelontorkan," pungkasnya.




(LDS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id