Ilustrasi, pencari kerja di Depok,Jawa Barat. Foto: MI/BAry Fathahilah
Ilustrasi, pencari kerja di Depok,Jawa Barat. Foto: MI/BAry Fathahilah

Lulusan SMK Penyumbang Pengangguran Terbanyak di Depok

Nasional pengangguran
Octavianus Dwi Sutrisno • 03 November 2019 16:54
Depok: Jumlah pengangguran di Kota Depok, Jawa Barat, diperkirakan berada di angka 6,8 persen dari total jumlah penduduk di kota tersebut. Sebanyak 70.380 pengangguran di Depok, didominasi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) sekitar 43 persen.
 
"Memang paling banyak (yang menganggur) dari lulusan SMK sekitar 31 ribu orang mereka warga Depok," ucap Manto, Minggu, 3 November 2019.
 
Pihaknya tengah fokus menyalurkan tenaga kerja lulusan SMK ke perusahaan sekitar Jabodetabek, untuk menekan angka pengangguran. Salah satunya dengan menggelar bursa kerja di setiap SMK.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Disnaker Kota Depok sudah tiga kali menggelar bursa kerja di sekolah. Kurang lebih 40 perusahaan di Jabodetabek," jelansya.
 
Manto menjelaskan formasi yang dibuka sekitar 4.221 orang. Pemkot juga mewajibkan perusahaan di Depok membuka kuota 40 persen khusus bagi warga Depok.
 
"Kebijakan ini dikhususkan bagi perusahaan yang baru dan sudah diatur dalam peraturan daerah tentang penanaman modal. Jadi, kami kami tidak pernah bosan dan menyarankan perusahaan menerima pemuda dan pemudi Depok, khususnya ber KTP atau berdomisili Depok," jelasnya.
 
Wali Kota Depok Mohammad Idris menyebutkan kegiatan bursa kerja setiap tahun merupakan salah satu solusi menekan angka pengangguran. Efektivitas kegiatan tersebut bisa dilihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilaporkan secara berkala.
 
"Menurut data dari BPS yang sudah kami himpun, tahun 2017 sebanyak kurang lebih 70 ribu warga dari dua juta jiwa penduduk di Kota Depok statusnya menganggur. Lewat bursa kerja ini, setiap tahun angka tersebut menurun. Sebut saja di akhir 2017 sebanyak seribu orang sudah bekerja dan di akhir 2018 yang terserap 3.592 orang," paparnya.
 
Idris menuturkan sejak awal 2019 hingga akhir September, tercatat sebanyak 1.807 orang sudah bekerja. Melalui bursa kerja mini yang dilaksanakan diharapkan sedikitnya 884 pencari kerja (pencaker) bisa diterima di 14 perusahaan yang terlibat di sekolah tersebut.
 
"Pemkot sudah bekerja keras membantu mengentaskan pengangguran. Tinggal bagaimana pekerja mampu memberikan yang terbaik bagi perusahaannya. Mudah-mudahan dengan adanya bursa kerja, bisa menjadi jembatan atau penyambung antara pencaker dengan perusahaan," pungkasnya.

 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif