Ketua Harian Partai Golkar Jateng, Iqbal Wibisono. (Foto: Medcom.id/Mustholih)
Ketua Harian Partai Golkar Jateng, Iqbal Wibisono. (Foto: Medcom.id/Mustholih)

PDIP Berpotensi Lawan Kotak Kosong di Pilkada Surakarta

Nasional Pemilu Serentak 2020
Mustholih • 12 November 2019 10:31
Semarang: PDIP Jawa Tengah berpotensi melawan kotak kosong jika mengusung Gibran Rakabuming Raka dalam Pilkada Kota Surakarta 2020. Partai-partai di luar PDIP diyakini tak sanggup melawan Gibran apabila maju dari partai tersebut.
 
"Kalau yang diusulkan Gibran, paling calon tunggal. Bisa melawan kotak kosong," kata Ketua Harian Partai Golkar Jawa Tengah, Iqbal Wibisono, Senin, 11 November 2019.
 
Iqbal menyatakan partainya sempat membidik putra Presiden Joko Widodo itu sebagai bakal calon Wali Kota Surakarta. Peluang Golkar mengusung Gibran cukup terbuka lantaran PDIP telah memiliki calon lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dulu kan Gibran katanya tidak diperbolehkan nyalon. Tapi (Gibran) itu bisa mendaftar di DPD Provinsi dan DPP PDIP, informasinya masih menunggu restu PDIP. Kalau yang diusulkan Gibran bisa melawan kotak kosong," kata dia.
 
Saat ini, kata Iqbal, Golkar Jateng masih menunggu dinamika politik di internal PDIP. Sebab selain Gibran, tidak ada sosok lain yang bisa menandingi dominasi PDIP Pemilu Surakarta.
 
Andai Gibran tak dicalonkan oleh PDIP, Golkar siap mendukung. Namun, Iqbal menyebut akan melibatkan partai lain guna berkoalisi.
 
"Kita harus bersama-sama, karena kita hanya punya tiga kursi," jelas Iqbal.
 
Sementara itu, Sekretaris PDIP Jawa Tengah, Bambang Kusriyanto, menyatakan, partainya hingga kini belum secara definitif menentukan bakal calon Wali Kota Surakarta. PDIP bahkan berencana membuka penjaringan.
 
"Tunggu waktunya, nanti saya kabari," ujar Bambang.
 
Bambang menyebut penjaringan merupakan persiapan PDIP menghadapi laga Pilkada Serentak 2020 di Jateng. Bambang mengingatkan siapapun yang diusung PDIP merupakan rekomendasi pengurus pusat partai.
 
"Kita harus siap. Makanya penjaringan dulu habis itu penyaringan. Setelah muncul rekomendasi DPP, baru jalan," pungkasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif