Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), Timotius Murib. Foto: Roy Ratumakin.
Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), Timotius Murib. Foto: Roy Ratumakin.

MRP Tolak Pemekaran Provinsi Papua

Nasional pemerintah daerah
Roylinus Ratumakin • 05 November 2019 18:53
Jayapura: Majelis Rakyat Papua (MRP) menolak dengan tegas pemekaran Provinsi Papua menjadi dua provinsi. Penolakan disampaikan langsung oleh Ketua MRP, Timotius Murib kepada wartawan, Selasa, 5 November 2019 di Jayapura, Papua.
 
“Kami menghormati moratorium yang diberikan Presiden Jokowi kepada rakyat Papua, tetapi kami dari pihak MRP menolak pemekaran tersebut,” kata Murib.
 
Alasan penolak dari MRP kata Murib adalah aspirasi yang disampaikan kepada Presiden Jokowi adalah aspirasi dari segelintir orang yang mengatasnamakan rakyat Papua.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Belum ada aspirasi dari seluruh masyarakat Papua untuk bicara pemekaran, yang berbicara hari ini adalah pejabat-pejabat yang mengatasnamakan rakyat kepada pemerintah Pusat untuk dilakukan pemekaran atau Daerah Otonomi Baru (DOB),” ujarnya.
 
Merujuk pada Undang-Undang 21 Tahun 2001 Pasal 67 menyebut pembentukan sebuah provinsi di Papua harus mendapatkan rekomendasi dari pihak MRP.
 
“Sampai saat ini, kami telah menyatakan sikap untuk menolak karena pemekaran di mana-mana, tetapi rakyat Papua sendiri belum sejahtera. Masyarakat harus sejahtera dulu,” katanya.
 
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan moratorium pembentukan daerah otonomi baru (DOB) di wilayah lain tetap berlaku, kecuali Papua. Pasalnya, pemerintah memiliki anggaran terbatas bagi 183 wilayah yang meminta pemekaran.
 
Papua mendapat kesitimewaan karena alasan keamanan dan percepatan pembangunan. Namun, pemerintah hanya menyetujui pemekaran dua provinsi dari tiga wilayah yang diusulkan pemda. Dua calon provinsi baru ialah Papua Selatan dan Papua Pegunungan Tengah.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif