Ilustrasi. Pohon tumbang akibat kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Antara/FB Anggoro.
Ilustrasi. Pohon tumbang akibat kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Antara/FB Anggoro.

Berkas 20 Tersangka Karhutla Dilimpahkan ke Kejaksaan

Nasional Kebakaran Lahan dan Hutan
Faisal Abdalla • 27 Oktober 2019 03:44
Palembang: Kepolisian Daerah Sumatera Selatan melimpahkan berkas 20 dari 30 tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ke Kejaksaan. 20 tersangka terdiri dari perorangan dan perusahaan.
 
"Tersangka perorangan dan perusahaan yang telah diamankan secara bertahap segera diselesaikan berkas penyidikannya untuk proses hukum lebih lanjut," kata Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Supriadi di Palembang seperti melansir Antara, Sabtu, 26 Oktober 2019.
 
Proses hukum ini dilakukan agar para tersangka jera dan meninggalkan kebiasaan membakar hutan dan lahan untuk membuka lahan perkebunan. Selama tiga bulan, telah dilakukan penegakan hukum terhadap 21 laporan polisi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Polisi telah menetapkan 30 tersangka yang terdiri dari masyarakat/petani, dan satu di antaranya merupakan korporasi yang memiliki lahan konsesi di Kabupaten Musi Banyuasin.
 
Para tersangka itu diduga melakukan pembakaran secara sengaja di sejumlah daerah rawan karhutla seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu, Banyuasin dan Musi Banyuasin. Mereka dinilai telah lalai sehingga mengakibatkan terjadinya kebakaran di area hutan produksi seluas 1.745 hektare, dan 40 hektare lebih lahan perkebunan rakyat.
 
Berdasarkan barang bukti yang dikumpulkan penyidik, keterangan saksi dan ahli, tersangka diduga melanggar Undang-undang Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Polisi memastikan semua berkas perkara akan segera diajukan ke penuntut umum untuk proses persidangan di pengadilan.
 
Kegiatan pembakaran hutan dan lahan untuk kepentingan apapun memang dilarang selama musim kemarau. Hal ini untuk mencegah timbulnya bencana asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.
 
"Berdasarkan ketentuan Undang-undang Lingkungan Hidup, pelanggar maklumat larangan membakar hutan dan lahan dan perusakan lingkungan dikenakan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp5 Miliar," ujar Supriadi.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif