ilustrasi medcom.id/ Muhammad Rizal.
ilustrasi medcom.id/ Muhammad Rizal.

Penduduk Miskin di Bantul Diklaim Turun Tiga Ribu Jiwa

Nasional kemiskinan
Ahmad Mustaqim • 16 Januari 2020 18:14
Bantul: Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, disebut menurun pada 2019. Angka penurunan terbilang kecil dibanding jumlah secara keseluruhan.
 
"Jumlah penurunan penduduk miskin di Bantul sekitar tiga ribuan. Jumlah penurunan ini cukup kecil karena jumlah penduduk juga bertambah," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bantul, Didik Koesbianto, di Bantul, Kamis, 16 Januari 2020.
 
Jumlah pendudukan miskin di Bantul pada 2018 ada 134,48 ribu jiwa (13,43 persen). Tahun 2019, jumlah penduduk miskin sebanyak 131,15 ribu jiwa (12,92 persen). Ia mengatakan persentase penurunan kemiskinan sebanyak 0,51 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Didik ada sejumlah hal penyokong penurunan angka kemiskinan meski tak sampai satu persen. Ia mencontohkan, sejumlah program pemerintah yang berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan yakni bantuan pangan non tunai (BPNT); program keluarga harapan (PKH); serta boga sehat.
 
"Tapi memang ada sejumlah (penyaluran) program tidak tepat sasaran. Ada beberapa temuan yang ada di lapangan," jelas Didik.
 
Lebih lanjut Didik menjelaskan proses pendataan BPS Bantul memakai tingkat kesejahteraan 10 level atau 10 desil. Adapun desil satu merupakan warga sangat miskin, sementara desil 10 warga mampu atau paling sejahtera.
 
Menurut dia ada sekitar 0,89 persen warga terkategori desil 10 itu yang mendapat bantuan. Sementara, ia juga menyebut ada warga kategori desil satu yang tak menerima bantuan.
 
"Fakta memang ada yang demikian. Ya walaupun ada penyaluran batuan yang diterima penduduk yang berhak menerima," ungkap Didik.
 
Didik menuturkan masyarakat desil satu yang menerima BPNT baru 47 persen atau tidak sampai separuh. Lalu, lanjutnya, warga penerima dari desil tiga hingga desil lima sebesar 36 persen.
 
"Rata-rata tingkat kesejahteraan masyarakat ada di desil lima dan desil enam," ucapnya.
 
Didik mengakui tak mudah menyalurkan bantuan dari pusat dengan 100 persen tepat sasaran. Namun, kata dia, proses penyaluran harus lebih bisa meminimalisasi ketidaktepatan. Hal tersebut bisa tercapai dengan keterlibatan berbagai lapisan masyarakat.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif