Ilustrasi. Dok MI/Atet Dwi Pramadia.
Ilustrasi. Dok MI/Atet Dwi Pramadia.

Pemindahan Ibu Kota Berikan Ruang Pertumbuhan Baru

Nasional pemindahan ibukota
Daviq Umar Al Faruq • 08 Agustus 2019 17:32
Malang: Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno mengatakan keputusan pemerintah untuk memindahkan Ibu Kota ke Pulau Kalimantan adalah keputusan penting. Pratikno menilai Pulau Jawa saat ini sudah overload.
 
"Sekarang terus digodok karena dirasa penting. Karena memang di Pulau Jawa sudah sangat overload. Apalagi Jakarta sudah sangat-sangat overload," kata Pratikno di Malang, Jawa Timur, Kamis, 8 Agustus 2019.
 
Baca: Presiden: Ibu Kota Pindah ke Kalimantan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dana yang dibutuhkan untuk memindahkan ibu kota mencapai Rp466 triliun. Sebanyak Rp30 triliun dianggarkan dalam APBN dan dicairkan secara bertahap selama lima tahun.
 
Sementara sisanya sebanyak Rp340,6 triliun akan memanfaatkan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dana itu akan digunakan untuk membangun kawasan permukiman.
 
"Pemindahan itu juga akan memberikan ruang pada pengembangan titik dan pertumbuhan baru," jelas Pratikno.
 
Pratikno menegaskan pemerintah tidak bisa sembarangan memutuskan wilayah Ibu Kota baru, sehingga kajian ini berjalan cukup lama. Apalagi sebuah ibu kota negara difungsikan untuk puluhan hingga ratusan tahun ke depan.
 
"Sebuah kebijakan panjang ya tentu ada tahapannya. Tapi kali ini, pemerintah sudah dalam proses finalisasi," pungkas Pratikno.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif