Kepala Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Pembajun Setyaningastutie. Dokumentasi/ Humas Pemerintah DIY
Kepala Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Pembajun Setyaningastutie. Dokumentasi/ Humas Pemerintah DIY

Dinkes DIY Sebut Nakes Mulai Kelelahan Hadapi Covid-19

Nasional Virus Korona pandemi covid-19 Protokol Covid-19
Ahmad Mustaqim • 02 Desember 2020 19:10
Yogyakarta: Menghadapi pandemi covid-19 berbulan-bulan telah membuat tenaga kesehatan (nakes) kelelahan. Selain masalah pasien, sejumlah nakes juga terkadang abai dengan protokol kesehatan saat berinteraksi.
 
"Dipahami, teman-teman (nakes) lelah. Sudah delapan bulan (menghadapi pandemi covid-19) lho," kata Kepala Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Pembajun Setyaningastutie, di Yogyakarta, Rabu, 2 Desember 2020.
 
Baca: Warga Kota Bekasi Diimbau Cek Kesehatan Usai Liburan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pembajun menjabarkan peningakatan jumlah kasus konfirmasi positif covid-19 menjadi salah satu pemicu. Tambahan kasus konfirmasi positif hari ini sebanyak 122 sehingga total menjadi 6.195 kasus. Dari jumlah itu, 4.496 sembuh, 147 meninggal, dan sisanya dalam penanganan. Meskipun demikian, ia mengeklaim, situasi saat ini masih dalam kendali pihak rumah sakit.
 
"Kami tidak bisa melihat (perkembangan) secara parsial di hilir, tapi di hulu seperti apa. Seberapa besar kapasitas yang kami sediakan, hulu kalau tak dikelola, di hilir akan kepontal-pontal (kewalahan). Semua tumbang tenaga kesehatan," jelasnya.
 
Menurut dia pemerintah tak akan membiarkan nakes tumbang. Ia mengatakan setiap rumah sakit menyiapkan tenaga kesehatan tetap prima dengan sejumlah bantuan asupan makanan dengan gizi cukup.
 
Soal bed tempart perawatan pasien covid-19 yang menipis, ia menyatakan sudah ada penambahan. Bed non kritikal yang semula 404 buah kini menjadi 487 buah. Adapun bed kritikal (untuk ICU) dari 49 menjadi 62 buah.
 
"(Penambahan bed) melihat kapasitas nakes juga. Bergantian dengan nakes lain. Kami mengekskalasi kapasitas pelayanan," ungkapnya.
 
Ia menambahkan sebagian pasien covid-19 yang dirujuk ke rumah sakit hampir selalu memiliki penyakit bawaan. Bahkan, Pembajun menyebut sudah disertai indikasi komplikasi. "Pasien ini datang ke RS dalam kondisi sedang atau berat. Tidak dengan OTG atau gejala ringan. Rumah sakit sudah berupaya mengondisikan," ujarnya.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif