Ilustrasi teroris. Medcom.id
Ilustrasi teroris. Medcom.id

Satu Terduga Teroris Berstatus PNS Pemkab Aceh Timur

Nasional terorisme teroris
Siti Yona Hukmana • 25 Januari 2021 11:29
Jakarta: Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap lima terduga teroris di Aceh pada Selasa dan Rabu, 20-21 Januari 2021. Salah satu terduga teroris berinisial SJ alias AF, 40, berstatus pegawai negeri sipil (PNS).
 
"Dinas di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur, " kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 25 Januari 2021.
 
Namun, Winardy tidak mengetahui instansi tempat SJ bekerja. Dia belum mendapat informasi detail dari tim Densus 88 Polri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Densus 88 menangkap empat terduga teroris lain berinisial RA, 41; SA, 30; UM, 35; dan MY, 46. Kelimanya ditangkap di empat lokasi berbeda.
 
Baca: Densus 88 Tangkap 5 Terduga Teroris di Aceh
 
RA dan SA ditangkap di Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, sekitar pukul 19.45 WIB, Rabu, 20 Januari 2021. Densus 88 menangkap UM di Ulee Kareng, Banda Aceh, pada pukul 10.00 WIB, Kamis, 21 Januari.
 
SJ dan MY ditangkap di hari yang sama sekitar pukul 20.00 WIB. SY diringkus di Gampong Sidorejo, Kota Langsa. Sedangkan MY tertawan di Birem Puntong, Kota Langsa.
 
Kelima terduga teroris diduga terlibat jaringan yang mengebom Polrestabes Medan. Mereka juga terlibat dalam pembuatan bom jaringan teroris yang ditangkap di wilayah Riau.
 
"Mereka juga berencana membuat bom yang akan digunakan untuk aksi teror di wilayah Aceh, serta berencana berangkat ke Afghanistan untuk bergabung dengan kelompok Daulah ISIS," kata Winardy.
 
Baca: Satu Terduga Teroris Ditangkap di Aceh Ahli Membuat Bom
 
Densus 88 menyita bahan pembuat bom dalam penangkapan itu. Yakni, satu kilogram pupuk kalium nitrat, 250 gram bubuk arang aktif, satu botol berisi sekitar 2.000 peluru gotri silver cosmos 6mm, potongan pipa besi, serta alat pembuatan bom.
 
Petugas juga menyita beberapa dokumen berupa buku catatan yang berisi ancaman terhadap TNI-Polri dan pemerintah, paspor milik kelima terduga teroris, serta buku kajian ISIS dan tauhid. Barang bukti lain yang disita berupa CD, flashdisk, enam telepon genggam, alat pelatihan fisik, dan busur panah.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif