Perawat dengan mengenakan pakaian APD (Alat Pelindung Diri) berupa baju Hazmat (Hazardous Material) melayani pasien kedua suspect. (Foto: Destyan Sujarwoko/Antara)
Perawat dengan mengenakan pakaian APD (Alat Pelindung Diri) berupa baju Hazmat (Hazardous Material) melayani pasien kedua suspect. (Foto: Destyan Sujarwoko/Antara)

Tagihan Pengobatan Pasien Covid-19 di DIY Capai Rp171 Miliar

Nasional Virus Korona Pasien Covid-19 pandemi covid-19
Ahmad Mustaqim • 13 Januari 2021 15:46
Yogyakarta: Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat, klaim pembiayaan pengobatan pasien covid-19 di rumah sakit telah melebihi Rp171 miliar. Selain itu, ada sejumlah klaim pembiayaan yang terhambat.
 
"Jumlah pembiayaan (pasien covid-19) Rp171.839.635.800. Ini data sampai November 2020," kata Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaning Astutie, Rabu, 13 Januari 2021.
 
Pembajun mengatakan, jumlah itu merupakan klaim pembiayaan di 27 rumah sakit rujukan covid-19. Ia mengatakan jumlah kasus yang ditangani di rumah sakit sebanyak 3.084.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hingga Selasa, 12 Januari 2021, jumlah kasus covid-19 di DIY sebanyak 15.482. Dari jumlah itu, 10.241 dinyatakan sembuh, 336 meninggal, serta sisanya tengah menjalani pengobatan dan isolasi.
 
Menurutnya, pembiayaan penanganan pasien covid-19 selama 10 bulan pandemi cukup besar. Meskipun, kata dia, pihaknya belum menerima laporan klaim pembiayaan pada Desember 2020.
 
"Klaim pembiayaan pasien covid-19 di rumah sakit masuk mekanisme verifikasi BPJS. Pembiayaan ini jadi tanggung jawab kementerian Kesehatan dan BPJS memiliki tugas verifikasi pelayanan yang diberikan rumah sakit," ungkap dia.
 
Baca juga: DIY Distribusikan Vaksin Covid-19 ke Yogyakarta dan Sleman
 
Ia menambahkan, ada sejumlah pembiayaan yang klaim pembayarannya tertunda. Namun Pembajun mengaku tak mengantongi datanya.
 
"Klaim tertunda pembayaran ini karena rumah sakit tak memenuhi persyaratan administrasi. Misalnya, kalau pasien konfirmasi positif covid-19 harus ada foto thorax, hasil lab. Ini sering tercecer oleh rumah sakit," kata dia.
 
Meski dengan pembiayaan besar, ada sejumlah pasien covid-19 yang tak mampu ditangani. Beberapa pasien ditolak masuk IGD di rumah sakit rujukan. Kondisi ini diduga karena rumah sakit tak mampu lagi menampung pasien covid-19 dalam kondisi darurat.
 
Sementara itu, Ketua Tim Verifikator Pemberian Insentif dan Santunan Kematian bagi Tenaga Kesehatan yang Menangani Covid-19 pada Dinas Kesehatan DIY, Yuli Kusumastuti, menambahkan penolakan terhadap pasien kemungkinan saat itu bed di ruang IGD rumah sakit telah terpakai semua. Namun, ia membantah kapasitas rumah sakit untuk menampung pasien covid-19 penuh.
 
"Ada yang benar-benar full, enggak hanya tempat tidur, tapi antrean di IGD. Tapi kadang saat pelaporan kosong satu bed. Seolah-olah menolak, tapi dipakai yang mengantre di IGD dulu," beber dia.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif