KSO PGN-Pertagas Alirkan Gas Perdana di Jaringan Pipa Transmisi Duri-Dumai

M Studio 24 November 2018 18:02 WIB
perusahaan gas negara (pgn)
KSO PGN-Pertagas Alirkan Gas Perdana di Jaringan Pipa Transmisi Duri-Dumai
Tim dari PGN dan PT Pertamina Gas sebelum memulai proses penyaluran gas perdana (gas in) pipa transmisi Duri-Dumai, Provinsi Riau, Sabtu, 24 November 2018 (Foto:Dok.PGN)
Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mewujudukan komitmen memperluas manfaat penggunaan energi dari gas bumi, termasuk di wilayah Sumatera, khususnya di Provinsi Riau.

PGN memulai pengaliran gas perdana (gas in) untuk jaringan pipa transmisi Duri-Dumai di Provinsi Riau, Sabtu, 24 November 2018.

"Sejalan dengan komitmen kami untuk menyalurkan energi baik bagi masyarakat, pada hari ini telah dimulai gas in tahap pertama dari jaringan pipa transmisi Duri-Dumai,” kata Sekretaris Perusahaan Rachmat Hutama melalui keterangan resmi.


Setelah penyaluran gas perdana ini tidak mengalami gangguan, maka selanjutnya akan ditujukan terlebih dahulu kepada pelanggan rumah tangga, industri, dan komersial, yang berada di wilayah Dumai yang selama ini dikelola PGN. “Kemudian dalam waktu dekat, gas bumi dari jaringan pipa transmisi Duri-Dumai juga akan mengalir untuk Pertamina RU 2,” ujar Rachmat.

Proyek pembangunan jaringan pipa gas transmisi Duri-Dumai merupakan sinergi BUMN antara PGN dengan PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Gas (Pertagas) yang merujuk pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 5975 K/12/MEM/2016.

Pada Juni 2017, kedua BUMN ini telah menandatangani Head of Agreement (HoA). Dari HoA tersebut, selanjutnya kedua pihak sepakat menandatangani Perjanjian Kerja Sama Pembangunan Pipa Gas Bumi Ruas Duri-Dumai pada 10 November 2017 di Kementerian BUMN.

Dengan kerja sama tersebut, PGN dan Pertamina sepakat membangun pipa transmisi sepanjang 67 km. Investasi yang dikucurkan sekitar USD70 juta.

Rachmat mengatakan, gas yang akan dialirkan ke jaringan pipa ini berasal dari Blok Corridor yang dikelola oleh ConocoPhilips di Sumatera Selatan. Selain itu, akan ada tambahan gas dari Blok Bentu yang dioperasikan oleh Energi Mega Persada (EMP).

Rachmat menambahkan, jika jaringan pipa Duri-Dumai beroperasi total, maka pasokan gas yang akan mengalir ke jaringan pipa transmisi tersebut sekitar 200 juta kaki kubik per hari (mmscfd).



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id