Penyidik Kepolisian Resor Kota Besar Makassar, Sulawesi Selatan, menggelar reka ulang kasus pembakaran rumah di belakang Kantor Polrestabes Makassar, Jalan Serui, Selasa, 4 September 2018. Medcom.id/ Andi Aan Pranata.
Penyidik Kepolisian Resor Kota Besar Makassar, Sulawesi Selatan, menggelar reka ulang kasus pembakaran rumah di belakang Kantor Polrestabes Makassar, Jalan Serui, Selasa, 4 September 2018. Medcom.id/ Andi Aan Pranata.

Reka Ulang Pembakaran Satu Keluarga di Makassar Sempat Terkendala

Nasional kebakaran rumah kasus narkoba
Andi Aan Pranata • 04 September 2018 14:19
Makassar: Penyidik Kepolisian Resor Kota Besar Makassar, Sulawesi Selatan, menggelar reka ulang kasus pembakaran rumah yang terletak di Jalan Tinumbu, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada 6 Agustus lalu. Peristiwa yang menewaskan enam orang tersebut dipicu terkait bisnis narkoba.

Polisi melakukan reka ulang di belakang Kantor Polrestabes Makassar, Jalan Serui. Dua orang eksekutor pembakar rumah dihadirkan, masing-masing AM Ilham alias Ilo dan Rahman alias Appang.

Mereka bersama delapan saksi memerankan 36 adegan yang menggambarkan kronologi sebelum dan saat kejadian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Kami sebelumnya berupaya menggelar rekonstruksi di tempat kejadian perkara, tapi terkendala faktor keamanan. Ada informasi intelijen bahwa tidak memungkinkan rekonstruksi di sana," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, AKBP Diari Astetika saat dikonfirmasi, Selasa, 4 September 2018. Baca: Tewaskan Satu Keluarga, Kebakaran di Makassar Gara-gara Utang Narkoba

Reka ulang mengungkap peran dan rangkaian aktivitas dua tersangka. Mereka berperan aktif menjalin komunikasi lewat telepon dengan otak pembakaran, Akbar Ampuh, sehari jelang kejadian. Akbar diketahui merupakan warga narapidana Lapas Makassar.

"Tersangka (Ilham) menerima telepon, membeli bahan bakar, dan dengan sengaja membakar rumah korban. Mereka ada di TKP (Tempat Kejadian Perkara) sejak Sabtu hingga kejadian Senin dinihari, 6 Agustus," jelas Diari.

Menurut Diari, reka ulang menunjukkan bahwa hasil penyelidikan sudah sesuai dengan fakta kejadian. Termasuk dengan keterangan sejumlah saksi. Sedangkan Akbar sebagai otak pembakaran sengaja tidak dihadirkan pada kegiatan tersebut.

"Dalam kasus ini Akbar hanya memerintahkan atau sebagai otak pelaku. Dia tidak ada di TKP. Mereka berkomunikasi lewat telepon," beber Diari.

Baca: Kebakaran Tewaskan Satu Keluarga di Makassar

Sebelumnya, lima rumah di Jalan Tinumbu lorong 166 Makassar terbakar pada 6 Agustus 2018. Enam orang tewas dalam satu rumah. Awalnya peristiwa sempat dikira akibat korsleting listrik.

Namun, polisi mengungkap bahwa rumah sengaja dibakar. Pembakaran dipicu piutang transaksi narkoba. Fahril, salah satu korban tewas, berutang sejumlah paket sabu bernilai Rp29 juta. Pelaku kesal karena utang tak kunjung dibayar, meski telah berkali-kali ditagih.

Para pelaku dalam kasus ini dijerat dengan Pasal 340 dan 178 KUHP tentang pembakaran dan pembunuhan. Polisi juga mempertimbangkan Pasal 338 tentang pembunuhan berencana.

"Nanti akan dirapatkan lagi apa dimasukkan 338. Tidak ada tersangka tambahan," kata Diari.


(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi